-
OJK tegaskan investasi saham bukan perjudian dan telah mendapat fatwa halal dari MUI.
-
Pasar modal syariah di Indonesia terus berkembang dengan sistem transaksi sesuai prinsip syariah.
-
Jumlah investor muda meningkat pesat, mencerminkan potensi besar pengembangan pasar modal syariah
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan investasi saham bukan termasuk perjudian.
Hal ini banyak disalahartikan oleh sebagian yang tidak memahami instrumen investasi saham.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengungkapkan, beberapa alasan bahwa investasi saham bukanlah perjudian.
Sebab, investasi di pasar modal juga sudah mendapatkan fatwa yang diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"P juga kami tekankan bahwa investasi saham bukanlah perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah dan dalam konteks syariah telah memperoleh legitimasi dari DSN MUI, dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, melalui fatwa-fatwanya," katanya dalam kuliah umum di Aceh secara virtual, Jumat (3/10/2025).
Dia pun menyebutkan beberapa instrumen pasar modal ada yang berbentuk syariah.
Untuk itu, OJK memastikan kepatuhan, pasar modal syariah di Indonesia bahkan telah dilengkapi dengan SOTS atau Syariah Online Trading System.
"Sehingga setiap transaksi terjamin sesuai prinsip syariah, bebas dari unsur riba," jelasnya.
OJK pun mencatat minat kaum muda terhadap pasar modal juga sangat meningkat Dari sisi demand, terlihat bahwa pertumbuhan jumlah investor itu sangat besar sekali dalam 5 tahun terakhir.
Baca Juga: IHSG Hijau di Awal Sesi, Tapi Sentimen Trump Bisa Buat Anjlok
Hingga pertengahan bulan September ini jumlah investor di pasar modal telah mencapai 18.504.054 SID atau kenaikan sebesar 24,43 persen.
"Dan kalau kita lihat bahwasannya presentasi komposisinya, itu adalah demografi daripada investor individu yang berusia di bawah 30 tahun, itu bahkan mayoritas mencapai 54,23 persen dari seluruh SID yang ada," bebernya.
Menurut dia, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki peluang besar dalam pengembangan pasar modal syariah.
Mengingat tentunya masyarakat mayoritas adalah muslim, artinya kesempatan untuk berinvestasi dengan cara yang halal dan sesuai prinsip syariah terbuka sangat besar.
"Semangat berinvestasi ini kita tentunya harus tetap kuat dan terarah," tandasnya.
Berita Terkait
-
IHSG Dibuka 'Ngegas' Awal Pekan, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Kunci
-
Rupiah Meloyo, Ini Jurus Jitu BI, OJK, dan Bank Tingkatkan Pasar Keuangan
-
Waskita Karya Jual Saham Anak Usaha di Sektor Energi Senilai Rp179 Miliar
-
Industri Keuangan Syariah Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia
-
IHSG Menguat Senin Pagi, Tapi Diproyeksikan Anjlok
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang