- Keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
- MMS Group Indonesia (MMSGI) mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan operasional perusahaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG)
Suara.com - CEO MMS Group Indonesia (MMSGI) Sendy Greti mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan operasional perusahaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa.
“Keberhasilan sejati bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi tentang bagaimana kita memberdayakan komunitas lokal untuk tumbuh bersama secara berkelanjutan," kata Sendy dalam keterangannya, Sabtu (4/10/2025).
Untuk itu pihaknya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui beragam inisiatif yang terukur, mulai dari pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
"Melalui program Pompa Hydram, Rumah Cokelat Lung Anai, dan Penguatan BUMDes Payang Sejahtera, MMSGI ingin memastikan setiap langkah bisnis kami membawa harapan baru dan peluang nyata bagi masyarakat sekitar," katanya.
Sejumlah program unggulan perusahaan terbukti membawa perubahan signifikan bagi masyarakat, antara lain; Program Pompa Hydram yang dijalankan melalui anak usaha MMSGI, PT Multi Harapan Utama (MHU). Inisiatif ini mengubah kolam bekas tambang menjadi sumber air bersih bagi 582 Kepala Keluarga (KK).
Teknologi yang digunakan ramah lingkungan karena tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar. Pengelolaannya dilakukan oleh BUMDesa dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sehingga menciptakan ekosistem berkelanjutan. Sejak dimulai pada tahun 2023, program ini mendapat dukungan pendanaan sebesar Rp 2,1 miliar.
Kemudian, Rumah Cokelat Lung Anai, inisiatif yang digagas MHU untuk mendukung penghidupan masyarakat adat Dayak Kenyah melalui hilirisasi tanaman cokelat. Program ini berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara dan Universitas Kutai Kartanegara untuk memberikan bantuan berupa pelatihan, pendampingan, hingga dukungan finansial.
Dampaknya tidak hanya pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga pada pelestarian adat, penguatan peran perempuan, serta pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian. Program ini telah berjalan sejak 2023 dengan nilai dukungan lebih dari Rp629 juta.
Terakhir, penguatan BUMDes Payang Sejahtera yang telah dijalankan sejak 2017. Melalui program ini, MHU melakukan pemetaan terhadap aktor lokal potensial di sekitar area operasional untuk diberikan pembinaan usaha dan dukungan modal.
Baca Juga: Harga Emas Terus Meroket, Kini 50 Gram Dihargai Rp109 Juta
Program yang menyerap dana lebih dari Rp1,2 miliar ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM lokal, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dengan menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,27. BUMDes Sungai Payang telah menunjukkan pencapaian signifikan, meningkatkan omzet dari Rp4,6 miliar pada 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada 2023, dengan nilai Social Return on Investment (SROI) 4,27.
Berbagai program tersebut telah membawa MMSGI meraih penghargaan 'Impactful Program Welfare' pada ajang Investortrust CSR Awards 2025 beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban