-
Pengusaha kapal keluhkan kerugian akibat tertahannya ratusan kontainer batubara.
-
Penahanan berpotensi lumpuhkan distribusi logistik nasional dan rantai pasok.
-
INSA minta keabsahan dokumen diverifikasi sejak awal di pelabuhan muat.
Suara.com - Kalangan pengusaha kapal mengeluhkan kerugian yang terus membesar akibat tertahannya ratusan kontainer bermuatan batu bara di sejumlah pelabuhan di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi melumpuhkan jalur distribusi logistik nasional dan menambah beban ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
"Dampak dari kondisi yang kami dengar adalah kerugian tertahannya kontainer milik perusahaan pelayaran, dan terjadi moratorium pengiriman batu bara di kontainer antar pulau," kata Carmelita Hartoto, Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), seperti dikutip, Rabu (15/10/2025).
Penahanan kontainer tersebut dilakukan karena adanya dugaan ketidaksesuaian antara isi muatan dengan dokumen manifest serta Izin Usaha Pertambangan (IUP). Akibatnya, banyak perusahaan pelayaran kesulitan melanjutkan operasional karena kapal mereka tidak bisa berlayar secara normal.
Carmelita menjelaskan bahwa persoalan ini sejatinya terkait dokumentasi pengiriman batu bara di dalam kontainer. Menurutnya, keabsahan dokumen seharusnya diverifikasi sejak awal di pelabuhan muat, bukan ketika kapal sudah berlayar.
"Perihal keabsahan dokumentasi barang dan dari lokasi tambang area di mana tentu bukan kapasitas pihak pengangkut dalam hal ini, dan seharusnya sejak dari pelabuhan muat, jika memang diduga bermasalah, dari instansi terkait bisa memberi sinyal untuk tidak diangkut akan lebih baik," katanya.
Lebih lanjut, Carmelita mengingatkan bahwa dampak dari penahanan kontainer ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha pelayaran, tetapi juga bisa menimbulkan gangguan besar pada rantai pasok logistik nasional.
"Jika penahanan kontainer ini terjadi dalam waktu lama, tentunya akan berdampak pada kegiatan pengiriman barang logistik, mengingat kontainer ini kan miliknya pelayaran untuk kegiatan distribusi logistik antar pulau di Indonesia," imbuh Carmelita.
Senada dengan itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, juga meminta pemerintah segera turun tangan agar rantai distribusi logistik nasional tidak lumpuh.
"Pemerintah sebaiknya segera mencari solusi agar rantai logistik nasional tidak lumpuh karena menimbulkan kekhawatiran serius di sektor pelayaran," jelasnya.
Baca Juga: Tekstil RI Suram, Pengusaha Minta Tolong ke Menkeu Purbaya
Adik menjelaskan, saat ini ada ratusan kontainer yang telah diperiksa dan ditahan pihak berwajib, sebagian besar berasal dari wilayah Kalimantan. Menurutnya, aparat penegak hukum memang tengah memperluas penyelidikan terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal dan penggunaan izin tambang yang tidak sah.
Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan pelayaran atau pengangkut pada dasarnya tidak memiliki akses langsung untuk mengetahui isi kontainer karena pengisian dilakukan langsung oleh pemilik komoditas di masing-masing daerah.
"Pemerintah perlu menjembatani situasi ini dengan memperjelas standar dan mekanisme pemeriksaan barang tambang," pungkas Adik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!