-
Pemerintah bentuk Satgas Beras awasi harga sesuai Harga Eceran Tertinggi.
-
Satgas ini segera turun atasi harga tinggi khususnya Maluku dan Papua.
-
Pemerintah berkomitmen jaga harga beras, petani untung, NTP juga tinggi.
Suara.com - Pemerintah mendirikan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras. Satgas ini berguna untuk mengawasi agar harga beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Satgas ini terdiri dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan kementerian/lembaga
Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut, beras merupakan pangan pokok strategis yang mengandung nilai subsidi pemerintah yang besar, sehingga harga di tingkat konsumen harus dapat dikendalikan dengan baik dan benar.
"Harga beras sudah turun dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia, terakhir kita pantau tinggal 59 kabupaten kota. Paling terakhir kemarin itu tinggal 20 kabupaten kota. Terutama di Zona 3 (Maluku dan Papua)," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).
Berdasarkan, data harga beras dari Badan Pusat Statistik, sampai minggu kedua Oktober 2025, terdapat 59 kabupaten/kota di 21 provinsi yang masih mengalami fluktuasi harga beras.
Beberapa kabupaten/kota yang masih mencatatkan persentase tinggi antara lain Kabupaten Intan Jaya 6,96 persen, Kabupaten Bima 4,74 persen, Kabupaten Barito Timur 4,08 persen, Kabupaten Pulang Pisang 3,54 persen, dan Kabupaten Landak 2,80 persen.
"Kami sudah turunkan tim. Berangkat hari ini. Berangkat ke titik-titik yang harganya tinggi. Kami berangkatkan tim Satgas. Langsung turun ke daerah. Harga di konsumen tidak boleh tinggi karena beras ini ada subsidi oleh negara Rp 150 triliun, sehingga harus dijaga. Kalau ini bermasalah, negara bermasalah," kata Amran.
Adapun Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025 dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025 tanggal 20 Oktober 2025.
Dalam beleid ini ditetapkan susunan keanggotaan yang terdiri dari pengarah sampai pelaksana di 38 provinsi. Untuk setiap daerah akan dikoordinasikan oleh Satgas Pangan Polri Daerah.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah, Diisi Airlangga hingga Purbaya
Secara ringkas, pelaksanaan pengawasan berupa identifikasi usaha dan pemeriksaan harga yang menyasar ke produsen, distributor, toko besar, dan ritel modern. Jika harga beras telah sesuai HET, maka diberikan tanda patuh.
Namun jika melebihi HET, diberikan surat teguran tertulis dengan penyesuaian waktu selama 1 minggu. Perum Bulog pun diminta melakukan intervensi dengan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Lebih lanjut, Amran memastikan, pemerintah berkomitmen menjaga harga beras mulai dari hulu sampai hilir. Selain harga di masyarakat sebagai konsumen, harga di petani pun tidak boleh ada penurunan. Ini karena kesejahteraan petani menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden itu jelas, jaga petani kita tetap untung. Untuk itu, kesejahteraan petani naik, saat ini tertinggi dalam sejarah. NTP ( Nilai Tukar Petani) sekarang capai 124,26. Sementara target Bapak Presiden ke kami adalah 110," imbuh Amran.
BPS mencatat, NTP di September 2025 berada di level yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. NTP September 2025 ini juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan NTP tertinggi di 2024 lalu yang pernah berada di 122,78 pada Desember 2024.
Sementara, secara subsektor, NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) di September 2025 juga menjadi titik kulminasi di tahun ini dengan raihan 113,95. Ini menjadi indeks NTPP tertinggi sejak April 2024. Kenaikan ini disebut andil dari kelompok padi sebesar 0,09 persen dan kelompok palawija, termasuk jagung, sebesar 1,10 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat