- UMKM RI sedang berjuang menghadapi "badai" ekonomi global dengan biaya hidup yang mahal dan tren suku bunga tinggi yang membatasi akses kredit.
- Data riset akhir 2024 menunjukkan dukungan pembiayaan mikro yang inklusif kian mendesak.
- Melihat urgensi tersebut, PT Federal International Finance (FIFGROUP) menegaskan komitmennya sebagai penopang UMKM.
Suara.com - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap 90% tenaga kerja sedang berjuang menghadapi "badai" ekonomi global dengan biaya hidup yang mahal dan tren suku bunga tinggi yang membatasi akses kredit.
Data riset akhir 2024 menunjukkan dukungan pembiayaan mikro yang inklusif kian mendesak.
Melihat urgensi tersebut, PT Federal International Finance (FIFGROUP) menegaskan komitmennya sebagai penopang UMKM melalui peluncuran Program Dana Bergulir FIFGROUP 2025.
Dalam program tahun ini, FIFGROUP menyalurkan pinjaman tanpa bunga senilai total Rp2,9 miliar kepada 770 pelaku UMKM di seluruh Indonesia, menjadikannya stimulus ekonomi vital di tengah kondisi pasar yang ketat.
Acara Kick Off Dana Bergulir UMKM Binaan FIFGROUP 2025 digelar secara hybrid dari Menara FIF, Jakarta Selatan, pada 30 Juni 2025. Program ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan FIFGROUP yang sejalan dengan komitmen induk perusahaan, Astra.
Diah Suran Febrianti, ESR Division Head PT Astra International Tbk, menyampaikan apresiasi tinggi. "Program Dana Bergulir ini menjadi stimulus ekonomi sekaligus wujud kolaborasi yang nyata bagi kemajuan UMKM di berbagai daerah," ujarnya.
Sejak diluncurkan pada tahun 2016, Program Dana Bergulir FIFGROUP telah menyentuh lebih dari 2.900 UMKM dengan total bantuan mencapai Rp9,7 miliar hingga akhir 2024, terus menunjukkan konsistensi dalam dukungan pembiayaan mikro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?