-
Laba inti (Core Profit) PWON di 3Q25 melonjak 53,4% YoY dan melampaui ekspektasi konsensus.
-
Kenaikan core profit didorong oleh lonjakan penjualan properti 101% YoY.
-
Laba bersih (Net Profit) tertekan 27,7% YoY akibat kerugian selisih kurs Rp 86 miliar.
Suara.com - PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON), mencatatkan kinerja operasional yang solid pada kuartal ketiga tahun 2025 (3Q25).
Dalam laporan yang dirilis, PWON mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,744 triliun pada 3Q25. Angka ini mengalami sedikit penurunan 4,1% secara kuartalan (qoq) namun menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 14,4% secara tahunan (yoy).
Secara kumulatif, pendapatan ini membentuk sekitar 70,0% dari estimasi setahun penuh BNI Sekuritas dan 73,2% dari estimasi konsensus, menempatkannya di jalur yang in line (sesuai) dengan rata-rata historis tiga tahun terakhir.
Kenaikan pendapatan secara tahunan (yoy) terutama didorong oleh lonjakan signifikan pada penjualan properti (property sales), yang melonjak tajam hingga 101% yoy mencapai Rp 341 miliar.
Peningkatan ini menunjukkan pemulihan permintaan properti yang kuat di pasar.
Sementara itu, pendapatan berulang (recurring revenue)—yang berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, dan kantor—juga tumbuh secara stabil sebesar 3,5% yoy.
Alhasil, komposisi pendapatan PWON di 3Q25 berubah drastis menjadi 19,6% dari penjualan properti dan 80,4% dari pendapatan berulang. Ini berbeda signifikan dari komposisi 3Q24 yang mana pendapatan berulang masih mendominasi hingga 89%.
Meskipun pendapatan meningkat, margin kotor perseroan sedikit tertekan. Marjin kotor (Gross Margin) terkontraksi 2,0 ppt yoy menjadi 55,0%.
Penurunan ini disebabkan terutama oleh marjin kotor yang lebih rendah dari penjualan properti (55,0% dibandingkan 61,8% pada 3Q24). Sementara itu, marjin kotor dari pendapatan berulang tetap stabil di angka 56,4%.
Baca Juga: Tantangan Berat Tak Goyahkan PGAS: Catat Laba Bersih Rp2,3 Triliun di Tengah Gejolak Global
Secara keseluruhan, laba kotor (Gross Profit) mencapai Rp 960 miliar, tumbuh 10,4% yoy dan dianggap in line dengan ekspektasi konsensus.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga sejalan dengan estimasi, tercatat Rp 916 miliar atau naik 10,8% yoy.
Meskipun kinerja operasional inti menunjukkan kekuatan, laba bersih PWON pada 3Q25 mengalami tekanan akibat adanya kerugian di bawah garis (below the line).
Perseroan membukukan rugi selisih kurs (forex loss) sebesar Rp 86 miliar, berbalik dari kuartal sebelumnya (2Q25) yang sempat mencatat untung kurs Rp 47 miliar.
Kerugian kurs ini menyebabkan laba bersih (net profit) PWON di 3Q25 turun tajam 27,7% yoy menjadi Rp 591 miliar. Laba bersih ini berada di bawah estimasi BNI Sekuritas, namun masih sesuai dengan ekspektasi konsensus pasar.
Namun, ketika kerugian kurs tersebut dikeluarkan dari perhitungan, laba inti (core profit) PWON menunjukkan hasil yang sangat impresif, mencapai Rp 676 miliar.
Berita Terkait
-
Laba PTPP Anjlok 97 Persen, Fokus Transisi ke Konstruksi Hijau dan Efisiensi Beban
-
Laba Bersih Adhi Karya Rontok 93,62 Persen Hingga Kuartal III-2025
-
Sahamnya Terbang 500 Persen, Laba Bersih Emiten Grup Salim DCII Tumbuh 83,4 Persen
-
Banyak BUMN 'Oplas' Laporan Keuangan, Bos Danantara Ancam Bongkar Kebohongan Tahun Depan
-
Nusron Ungkap Satu Keluarga Kuasai Tanah Seluas Dua Kali Jakarta, Ini Daftar 9 Raja Properti di RI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Tekanan Global hingga AI Warnai 2026, MCorp Buka Ruang Dialog Strategis Lintas Industri
-
Pos Indonesia Gandeng Emiten WIFI Bantu Distribusi Internet Rakyat
-
IHSG Terjun Bebas, BEI: Investor Jangan FOMO Jual Saham
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG