-
Pemanfaatan EBT baru 15 GW, kecil dibandingkan potensi 3600 GW.
-
Porsi EBT ditargetkan mencapai 40 persen dalam bauran energi 2040.
-
Pemerintah tingkatkan produksi migas, targetkan 75 wilayah kerja baru.
Suara.com - Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di dalam negeri masih minim. Belum banyak pihak yang mulai masuk dalam pengembangan EBT.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengungkap Indonesia baru berhasil merealisasikan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 15 gigawatt (GW).
"Porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional telah mencapai 16 persen," ujar Laode pada forum Singapore International Energy Week (SIEW) 2025 Summit di Singapura yang dikutip Rabu (29/10/2025).
Dia menilai, angka itu tergolong kecil, jika dibandingkan dengan potensi EBT yang dimiliki Indonesia sebesar 3600 gigawatt.
Karenanya, bilang Laode, pemerintah tengah mempercepat transisi menuju energi bersih. Beberapa upaya itu di antaranya pengembangan tenaga air, panas bumi, surya, bioenergi, serta implementasi biodiesel B40 tahun ini dan B50 pada 2026.
Kementerian ESDM pun memasang target, porsi EBT pada 2040 sudah harus mencapai 40 persen.
"Kami menargetkan peningkatan menjadi 36 hingga 40 persen pada 2040," katanya.
Di sisi lain dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memproyeksikan tambahan kapasitas sebesar 69 gigawatt.
"Di mana lebih dari 60 persennya akan bersumber dari energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi,” jelas Laode.
Pada kesempatan itu, Laode juga memaparkan pencapaian produksi minyak dan gas dalam negeri. Pemerintah, katanya, tengah berupaya meningkatkan produksi melalui penerapan teknologi yang lebih bersih serta penguatan kerjasama eksplorasi.
Baca Juga: Soroti Listrik di Daerah 3T, Bahlil: Nasionalisme Masyarakat Jangan Berkurang!
Kementerian ESDM mencatat, hingga September 2025, produksi minyak Indonesia mencapai sekitar 605 ribu barel per hari. Sementara produksi gas bumi stabil di kisaran 6,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Pemerintah pun memasang target peningkatan produksi 12 BSCFD pada 2030.
"Untuk mencapai target tersebut, Indonesia tengah menjalankan program eksplorasi komprehensif yang akan menawarkan 75 wilayah kerja migas baru pada periode 2025–2027," kata Laode.
"Kami juga mengoptimalkan produksi melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery serta reaktivasi sumur dan lapangan idle bersama kontraktor dan mitra,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak