- Kementerian UMKM sedang mendiskusikan skema bisnis dengan pedagang Pasar Senen dan Gedebage untuk substitusi produk baju bekas menjadi produk UMKM lokal.
- Kementerian UMKM ingin produk lokal menawarkan paket bisnis serupa dengan harga rata-rata Rp 5 juta per balpres agar pedagang tidak merugi.
- Pemerintah telah mengurasi 1.300 merek lokal sebagai upaya tegas melarang penjualan thrifting demi kelangsungan usaha para pedagang di kedua pasar.
Suara.com - Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tengah berusaha merayu pedagang Pasar Senen dan Gedebage untuk mengalihkan penjualan baju bekas atau thrifting jadi produk lokal atau UMKM.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan saat ini pihaknya tengah berdiskusi skema bisnis antara produk lokal dengan dua pasar tersebut.
Menurutnya, untuk membeli satu balpres para pedagang Pasar Senen dan Gedebage rata-rata mengeluarkan dana Rp 5 juta. Maka dari itu, Temmy ingin produk lokal juga memberikan skema bisnis yang sama kepada para pedagang Pasar Senen dan Gedebage.
"Cuma kan masalahnya berapa nilai nanti paket bisnisnya. Kalau sekarang mereka beli bal-bal, berapa sih teman-teman tahu nggak? Biasanya macam-macam ya," ujarnya saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
"Jadi, ada yang paketnya yang tipe A, tipe B, tipe C ya. Itu ada antara Rp 5, Rp 3 juta, Rp 2 jutaan. Sekarang kita ingin juga teman-teman brand lokal ini juga mau bikin paket yang seperti itu," sambungnya.
Temmy tidak mau peralihan produk dari thrifting menjadi produk lokal justru merugikan banyak para pedagang Pasar Senen. Maka dari itu, sebelum memang dialihkan ke produk lokal, harus ada hitungan-hitungan yang jelas.
"Mungkin paket 5 juta, dapet berapa kuantitinya, berapa variannya. Kita sedang bahas itu. Karena kan ini bisnis ya. Bisnis harus saling menguntungkan, tidak boleh saling merugikan. Yang pasti kita ingin barang-barang dari brand lokal ini semakin banyak dijual di pasar," ucapnya.
Selain itu, Temmy menambahkan, produk lokal yang dijajakan para pedagang Pasar Senen dan Gedebabe juga harus memang banyak dicari konsumen.
"Teman-teman yang menjual juga merasakan bahwa ini produknya bakalan jalan nih kalau dijual. Kan ujung-ujungnya masyarakat yang menilai. Produknya bakal jalan apa enggak pada saat ditawarkan. Kan begitu," imbuhnya.
Baca Juga: dr Reza Gladys Dorong Edukasi Kulit Lewat Ajang Kolaborasi Inovatif
1.300 Merek Lokal Dikurasi
Sebelumnya, Menteri UMKM telah melakukan kurasi terhadap 1.300 merek lokal agar bisa memasok para pedagang di Pasar Senen maupun Gedebabe.
"Dan nanti dalam waktu dekat akan kita segera bicarakan dengan seluruh pedagang-pedagang baju-baju bekas kita untuk mendorong substitusinya," kata Maman.
Menurutnya, pemerintah melarang tegas penjualan baju-baju thrifting di dua pasar tersebut. Menurutnya, upaya ini agar para pedagang di dua pasar itu tetap bisa melakukan aktivitas dagang.
"Jadi, ini gimana caranya pengusaha-pengusaha ataupun perdagang-perdagang ini juga bisa tetap berlanjut aktivitas usahanya," pungkas Maman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Purbaya ke Lulusan UI: Saya Dosen S3, Kalau Debat Anda Pasti Kalah
-
Berapa Anggaran Sidang Isbat di Hotel Borobudur?
-
THR ASN Batal Cair Awal Ramadan 2026? Menkeu Purbaya Beri Penjelasan Ini
-
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
-
Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
-
Penjualan Anjlok 30 Persen, Converse Bakal Pangkas Karyawan demi Efisiensi
-
Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM
-
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
-
Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub
-
Ramalan IHSG untuk Sepekan Ini, Investor Diharap Fokus Saham Fundamental