- Banjir Sumatera merusak 70.000 hektare sawah di tiga provinsi, berdampak langsung pada produksi beras daerah.
- Dirut Perum Bulog optimistis pemulihan lahan terdampak akan berjalan cepat, ditargetkan beroperasi kembali dua hingga tiga bulan.
- Stok beras di Aceh, Sumut, dan Sumbar terjamin melimpah meskipun produksi terganggu akibat penyaluran dan penambahan stok.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tidak membantah bencana banjir Sumatera berdampak pada produksi beras. Hal ini, setelah 70.000 hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tersapu air.
Hal itu setelah dirinya meninjau langsung persawahan yang terdampak banjir di 3 wilayah tersebut bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
"Memang dalam hal ini karena luasannya cukup banyak 70.000 ha, otomatis akan berdampak terhadap hasil (produksi beras) masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota untuk diserap menjadi beras kami," ujarnya dalam Media Briefing di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2025).
Namun, pemerintah memang tengah kembali memulihkan lahan persawahan tersebut. Sehingga, Rizal optimis sawah-sawah tersebut bisa menjadi produktif kembali dan bisa panen.
"Kami berharap ini akan segera pulih dalam waktu dekat. Karena program dari pak Mentan segera akan ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali," katanya.
Di sisi lain, Rizal memastikan, stok beras di 3 wilayah tersebut, masih melimpah. Sebab, Bulog telah melipatgandakan stok beras untuk kebutuhan pangan di 3 wilayah tersebut.
Misalnya, di Aceh Bulog telah menyalurkan 8.670 ton beras, di mana secara total stoknya mencapai 75.000 ton.
Sementara, untuk wilayah Sumatera Utara total beras yang telah disalurkan sebanyak 4.482 ton, di mana stok yang ada di gudang mencapai 25.781 ton.
Sedangkan, di Sumatera Barat beras yang sudah kita dikirimkan sebesar 1.069 ton dengan stok di gudang mencapai, yaitu ada 8.527 ton
Baca Juga: Bulog Potong Jalur Distribusi, Harga MinyaKita Dijamin Sesuai HET Rp 15.700 per Liter
"Saudara-saudara kita di Aceh tidak perlu bingun lagi, karena stoknya cukup banyak dan itu tersebar di seluruh gudang-gudang kita. Kecuali, yang tidak ada gudang di kabupaten kotanya contoh pokoknya di kabupaten Bener Meriah itu memang tidak ada gudangnya, itu bersandar ke gudang yang ada di Takengon. Nah itu gudang Takengon yang bertugas untuk mendorong ke Benar Meriah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor