- Perum Bulog sedang intensif membahas peralihan status menjadi badan otonom bersama Komisi IV DPR RI.
- Badan otonom ini bertujuan mengembalikan peran strategis Bulog, mengelola komoditas pokok selain beras.
- Perubahan status menghilangkan beban target profit, fokus pada stabilitas harga dan ketersediaan pangan negara.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa proses peralihan status institusinya menjadi badan otonom kini sedang berada dalam tahap pembahasan intensif bersama Komisi IV DPR RI.
Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis pemerintah untuk mengembalikan taring Bulog dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Dalam konferensi pers mengenai pencapaian tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026), Rizal menjelaskan bahwa koordinasi dengan legislatif terus berjalan secara maraton.
Rangkaian pertemuan penting telah dilaksanakan sejak Desember 2025 di Yogyakarta dan berlanjut hingga hari ini untuk mematangkan payung hukum lembaga baru tersebut.
Transformasi ini bukan sekadar pergantian status, melainkan upaya untuk membangkitkan kembali peran strategis Bulog sebagaimana masa kejayaannya di masa lampau.
Rizal menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan Bulog memiliki kekuatan sebesar saat dipimpin oleh Bustanil Arifin pada era Orde Baru.
“Harapannya sesuai dengan keinginan Presiden, Bulog kembali jaya seperti zaman dulu zamannya Pak Bustanil Arifin,” ungkap Rizal. Dengan menjadi badan otonom, Bulog diharapkan mampu berdiri tegak sebagai pilar utama yang menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan secara berdaulat tanpa terikat oleh birokrasi yang kaku.
Salah satu perubahan paling krusial dalam konsep badan otonom ini adalah perluasan wewenang pengelolaan komoditas.
Jika sebelumnya Bulog sangat identik dengan beras, ke depan lembaga ini akan memegang kendali langsung atas rantai pasok berbagai kebutuhan pokok lainnya secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
Rizal merinci bahwa kemandirian pangan hanya bisa tercapai jika Bulog menguasai komoditas strategis secara mandiri, antara lain:
- Minyak goreng dan gula pasir.
- Tepung terigu dan telur ayam.
- Daging sapi serta komoditas esensial lainnya.
"Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri, jangan dipegang orang lain. Harapannya Bulog bisa mengelola itu semua agar lebih efektif dan efisien bagi masyarakat," tambahnya, dikutip dari Antara.
Hal yang paling signifikan dari perubahan status ini adalah pergeseran orientasi lembaga. Sebagai badan otonom, Bulog nantinya tidak lagi dibebani target untung rugi layaknya sebuah perusahaan korporasi atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Institusi ini akan dikembalikan pada fungsi aslinya sebagai lembaga non-komersial yang bertugas sebagai penyangga pasokan (buffer stock) dan stabilitator harga pasar.
Dengan menanggalkan fungsi profit, Bulog dapat lebih fokus dalam menjalankan penugasan negara untuk mendukung target swasembada pangan yang dipatok harus tercapai pada tahun 2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan
-
Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR
-
Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen