- PT KCI menerapkan pola operasi khusus dan menambah 45 perjalanan KRL untuk malam tahun baru 2026.
- Penambahan layanan mencakup seluruh rute KRL (Bogor, Rangkasbitung, Tangerang, Cikarang, Tanjung Priok) hingga pukul 02.00 dini hari.
- KCI memproyeksikan kenaikan jumlah penumpang sekitar 3 hingga 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Suara.com - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) melakukan pola operasi khusus KRL atau Commuter Line di malam tahun baru 2026. Salah satunya, melakukan penambahan perjalanan KRL untuk malam tahun baru 2026.
Direktur Operasi KCI, Broer Rizal, menjelaskan setidaknya ada 45 perjalanan KRL tambahan untuk mengakomodir pengguna yang ingin berwisata di malam tahun baru.
"Ada. Yang pasti akan ada tambahan 45 perjalanan di malam tahun baru. Di pergantian tahun. Untuk mengakomodir penumpang yang cukup meriah di pergantian tahun," ujarnya sepert ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Broer menuturkan penambahan perjalanan ini berlaku untuk seluruh rute. Adapun, rute KRL dibedakan dengan warna, mulai dari Bogor Line (Merah), Rangkas Bitung (Hijau), Tangerang (Coklat), Cikarang (Biru), dan Tanjung Priok (Pink).
"Ya, di semua line. Kita ada 5 yang kita layani. Yang paling meriah tentu Bogor dengan Cikarang. Kemudian lintas Rangkasbitung, Tangerang, maupun Priok itu juga kami tambahkan," imbuhnya.
Sementara, Broer juga memperpanjang waktu operasional dari yang biasanya hanya jam 12 malam, pada malam pergantian tahun sampai jam 2 pagi.
"Sampai menjelang jam 2 pagi ya. Jam 1.50-an," ucapnya.
Broer memproyeksikan, jumlah penumpang pada saat malam tahun baru 2026 mengalami kenaikan hingga 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kalau tahun lalu ada di angka 19,6 juta tahun ini di sekitar 19,9 juta. Naik 3 sampai 4 persen," pungkasnya.
Baca Juga: Baru Terjual 30 Persen, Kuota Tiket Kereta Api Jarak Jauh yang Didiskon Masih Melimpah
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
PHK Buruh Mie Sedap Sedang Dimonitor Kemenaker