-
Rosan pastikan pencabutan status Bandara IMIP tak ganggu iklim investasi.
-
Investor fokus kemudahan izin, bukan status bandara.
-
Bandara IMIP dicabut status internasionalnya sejak 13 Oktober 2025.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan pencabutan status Bandara Internasional di kawasan Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, tidak akan mengganggu iklim investasi nasional.
Ia memastikan, minat investor lebih ditentukan oleh konsistensi reformasi kemudahan berusaha yang terus digarap pemerintah.
"Saya yakin [pencabutan status] itu tidak akan mengganggu iklim investasi. Kalau dari investor, yang mereka lihat adanya penyempurnaan kebijakan yang kita terus tingkatkan," ujar Rosan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Menurut Rosan, investor global kini menuntut proses perizinan yang lebih sederhana dan terukur untuk memastikan keputusan bisnis yang berkelanjutan. Terlebih, persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin keras, termasuk dengan negara-negara tetangga di kawasan.
"Kita juga bersaing dengan negara tetangga dalam menarik investor luar negeri," ucapnya. "Yang paling penting, Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan."
Pernyataan Rosan muncul di tengah polemik Bandara IMIP, setelah Kementerian Perhubungan resmi mencabut izin layanan penerbangan internasional sejak 13 Oktober 2025. Pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Menhub Nomor KM 55 Tahun 2025 yang ditandatangani langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandy.
Dengan dicabutnya status itu, Bandara IMIP kini tak lagi memiliki kewenangan melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri.
Isu soal bandara ini sebelumnya memanas setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Bandara IMIP sebagai "anomali" lantaran diduga beroperasi tanpa kehadiran penuh perangkat negara. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi hingga stabilitas nasional.
"Ini anomali, bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi," kata Sjafrie. Ia bahkan meminta agar seluruh pihak yang membiarkan "bandara siluman" itu beroperasi diperiksa dan ditindak.
Baca Juga: Said Didu Bongkar Sejarah IMIP: Dari Deal SBYXi Jinping hingga Dugaan Siasat Izin
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung