- Said Didu menanggapi pencabutan status internasional Bandara Khusus PT IMIP oleh Kementerian Perhubungan.
- Proyek hilirisasi Morowali merupakan kelanjutan kerja sama antara pemerintahan SBY dan Xi Jinping.
- Said Didu menemukan kejanggalan perizinan IMIP saat menjabat Staf Khusus Menteri ESDM tahun 2015.
Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan respon terkait pencabutan status internasional Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) oleh Kementerian Perhubungan.
Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Said Didu membeberkan sejarah panjang proyek tersebut yang menurutnya sering disalahpahami publik.
Said Didu menegaskan bahwa proyek hilirisasi di Morowali sebenarnya bukan inisiasi murni pemerintahan Presiden Jokowi, melainkan kelanjutan dari kesepakatan pemerintahan sebelumnya.
"Saya paham betul, ini sejak peletakan batu pertama sebenarnya. Karena agar publik paham, ini kan kerja sama yang dibangun antara SBY dengan Xi Jinping," ujar Said Didu dikutip pada Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa narasi hilirisasi sering kali dibelokkan seolah-olah hanya menjadi program eksklusif satu era pemerintahan.
“Nah, itu sering dibelokkan orang, seakan-akan Pak Jokowi yang melakukan hilirisasi,” ucapnya.
"Padahal sebenarnya itu amanat Undang-Undang Minerba Tahun 2019, sudah ada aturannya, bahwa memang harus ada hilirisasi," tambahnya.
Lebih lanjut, Said Didu menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said pada tahun 2015.
Saat itu, ia ditugaskan dalam tim penelaah smelter nasional dan menemukan kejanggalan administratif terkait perizinan IMIP yang dinilainya sebagai bentuk "siasat".
Baca Juga: 3 Bandara Dicabut Status Internasional, Bandara IMIP Jadi Salah Satunya
"Saya ke IMIP, saya datang ke sana, dijemput pakai helikopter. Sampai di sana kaget saya, kok direksi-direksinya bekas pejabat perindustrian semua," kenangnya.
Said Didu mengaku heran karena izin smelter yang seharusnya berada di bawah wewenangnya, ternyata sudah dikantongi melalui jalur lain.
"Saya tanya, 'Eh ini kan harusnya izinnya smelter ini kan ada di saya, kok ada izinnya'. Nah, ternyata isinya tuh isi Kementerian Perindustrian. Jadi, betapa mensiasatinya dia untuk masuk tidak melalui Said Didu dan Sudirman Said," ungkapnya.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika