- Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melonjak 8,07% pada Jumat, 5 Desember 2025.
- Lonjakan ini didorong aksi beli investor dengan catatan *net buy* Rp105,3 miliar di sesi perdagangan pagi.
- Kinerja COIN didukung fundamental positif, termasuk pendapatan melonjak menjadi Rp113,14 miliar pada Semester I 2025.
Suara.com - Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten teknologi yang merupakan induk dari bursa kripto pertama di Indonesia, tiba-tiba melonjak signifikan pada sesi I perdagangan Jumat (5/12/2025).
Di tengah tren koreksi pasar sebelumnya, saham COIN berhasil bangkit dan mencatatkan kenaikan impresif yang menarik perhatian investor.
Pada sekitar pukul 10.48 WIB, saham COIN berada di posisi Rp3.750, menguat tajam sebesar 8,07%. Pergerakan rebound ini mematahkan tren merah yang dialami saham COIN selama tiga hari berturut-turut pada 2-4 Desember.
Lonjakan mendadak saham COIN didorong oleh aksi beli masif dari investor. Data dari berbagai aplikasi sekuritas menunjukkan bahwa saham induk bursa kripto CFX ini membukukan net buy sebesar Rp105,3 miliar, menjadikannya saham dengan net buy tertinggi pada sesi I hari ini.
Total sebanyak 85,5 juta saham COIN telah diperdagangkan dalam 20.641 kali frekuensi transaksi, dengan nilai mencapai Rp311,26 miliar.
Pada pembukaan sesi II, saham COIN melanjutkan penguatan di harga Rp3.760. Saham COIN di[erkirakansedang berkonsolidasi di area resisten Rp3.450 dan menguji area swing high Rp3.780.
Analisis dari GaleriSaham memperkirakan, support yang terus naik, membentuk anak tangga, mengindikasikan dominasi buyer di saham ini, memberikan potensi kenaikan lebih lanjut menuju target minor Rp3.840 dan target utama Rp4.360.
Kinerja pasar yang atraktif ini didukung oleh fundamental bisnis COIN yang sangat positif. Emiten yang melantai di bursa pada Juli 2025 ini menunjukkan lonjakan kinerja keuangan signifikan pada tahun 2025:
Pendapatan Meroket: Pendapatan perusahaan melonjak drastis, dari hanya Rp600 juta pada Semester I 2024 menjadi sekitar Rp113,14 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.
Baca Juga: Harga Bitcoin Mulai Naik Lagi, Apa Pemicunya?
Laba Bersih Signifikan: COIN berhasil berbalik untung. Laba bersih tercatat Rp25,51 miliar di Semester I 2025 (dari rugi Rp1,99 miliar tahun sebelumnya), dan bahkan mencetak Rp41,1 miliar di Kuartal III 2025.
Pendapatan utama COIN berasal dari jasa transaksi spot kripto, transaksi perpetual, serta jasa penyimpanan aset kripto.
PT Indokripto Koin Semesta Tbk. beroperasi sebagai perusahaan holding yang menaungi dua entitas bisnis utama di ekosistem aset kripto:
PT Central Finansial X (CFX): Berfungsi sebagai bursa kripto.
PT Kustodian Koin Indonesia (ICC): Berfungsi sebagai kustodian aset kripto.
Kedua anak usaha ini merupakan perusahaan yang berizin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dukungan pasar dari adopsi kripto yang terus meningkat di Indonesia dan Asia Tenggara, ditambah fokus perusahaan pada pengembangan derivatif kripto untuk lindung nilai (hedging), semakin memperkuat prospek bisnis COIN ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Vietjet Tambah 22 Pesawat Dalam 1 Bulan
-
Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan
-
Pemerintah Akui Masih Ada Daerah Rentan Pangan di Indonesia
-
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Ada PT Toba Pulp Lestari dan North Sumatera Hydro Energy
-
PT Nusantara Regas Terima Pasokan LNG Perdana dari PGN
-
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra, Jadi Calon Kuat Deputi Gubernur BI
-
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
-
Dirjen Gakkum ESDM Minta Tambang Emas Ilegal Tak Disalahkan soal Insiden di Pongkor
-
Tewaskan 3 Orang, ESDM Segera Telusuri Asap Beracun Tambang Emas Pongkor
-
INDEF Nilai Tekanan Fiskal APBN Makin Berat Jika Insentif EV Benar-benar Dicabut