- Asosiasi Investor Relations Indonesia (AIIR) menjadi organisasi profesi IR berbadan hukum pertama di Indonesia.
- AIIR bertujuan mengembangkan profesionalisme, standarisasi praktik IR, dan mendorong keterbukaan informasi korporasi.
- Kehadiran AIIR dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas komunikasi emiten sesuai standar internasional dan global.
Suara.com - Indonesia mulai memperkuat kepercayaan investor global. Hal ini setelah adanya profesi Investor Relation yang menjaga komunikasi korporasi terhadap para investor.
Terlebih telah ada Asosiasi Investor Relations Indonesia (AIIR) yang juga memperkuat profesi investor relation.
AIIR menjadi organisasi profesi IR berbadan hukum pertama di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis meningkatkan standar tata kelola komunikasi korporasi agar semakin setara dengan praktik internasional.
"Kami hadir untuk mengembangkan profesionalisme IR di Indonesia, membangun standarisasi praktik IR, menciptakan kolaborasi, dan mendorong keterbukaan informasi yang transparan serta dapat dipercaya," ujar Ketua Asosiasi Investor Relations Indonesia, Julius Caesar Samosir di Jakarta, seperti yang dikutip, Jumat (12/12/2025).
Menurut Julius, selama ini peran IR yang sangat vital dalam menjaga hubungan antara perusahaan dan investor belum didukung oleh wadah profesional yang terstruktur. Padahal, tuntutan investor global terhadap kualitas keterbukaan informasi terus meningkat.
Senada dengan itu, Vice Director Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Saptono Adi Junarso, menegaskan bahwa kehadiran AIIR akan menjadi fondasi penting dalam mendorong emiten memenuhi standar komunikasi yang lebih profesional.
"Profesi Investor Relations selama ini belum memiliki wadah resmi yang terstruktur. Kehadiran AIIR menandai langkah awal yang penting untuk memperkuat kualitas keterbukaan informasi dan meningkatkan standar interaksi antara emiten, investor, dan regulator," katanya.
Ketua Dewan Penasihat AIIR, Wuddy Warsono, menyebutkan bahwa lahirnya asosiasi ini merupakan rekam jejak baru bagi perkembangan pasar modal nasional.
"Organisasi ini lahir dari kebutuhan, keinginan berinovasi, berpartisipasi, dan memberikan kontribusi kepada bangsa. Danantara bahagia, bisa menjadi mitra untuk mengembangkan profesionalisme di pasar modal Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Danantara Keliling Jepang Jaring Investor Buat Program Prioritas
Ia juga menegaskan bahwa komitmen Danantara diperkuat dengan kehadiran Chief Investment Officer Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, yang terlibat sebagai Dewan Kehormatan dan Penasehat AIIR.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari