- Cuan Lovers Community (CLC) menyelenggarakan forum edukasi "360° Market View: What to Watch & Where to Play in 2026".
- Forum ini penting karena jumlah investor ritel Indonesia telah mencapai 19,32 juta hingga November 2025.
- Acara ini didukung Syailendra Capital, bertujuan meningkatkan literasi dan memprioritaskan riset serta manajemen risiko investor.
Suara.com - Cuan Lovers Community (CLC), yang dikenal sebagai salah satu komunitas saham ritel dengan aktivitas tinggi di Indonesia, kembali mempertegas perannya dalam mendukung peningkatan kualitas literasi pasar modal nasional.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan forum edukasi bertajuk "360° Market View: What to Watch & Where to Play in 2026".
Penyelenggaraan forum ini dinilai mendesak mengingat pesatnya pertumbuhan investor ritel di Indonesia. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) telah mencapai 19,32 juta, meningkat sekitar 30 persen secara year-to-date (ytd) dibandingkan akhir tahun 2024.
Lonjakan jumlah investor ini memerlukan penyeimbangan melalui pemahaman fundamental yang kuat, sehingga partisipasi pasar berorientasi jangka panjang dan tidak didorong oleh spekulasi semata (FOMO).
Didirikan oleh edukator pasar modal Rita Efendy, CLC sejak awal berupaya mengembangkan ekosistem pembelajaran investasi berbasis komunitas.
Rita konsisten mendorong investor ritel untuk memprioritaskan riset, pemahaman kondisi ekonomi, serta disiplin dalam manajemen risiko.
"Pertumbuhan investor ritel tentu hal yang positif, tetapi kualitas pemahaman tetap menjadi faktor yang paling menentukan," kata Rita Efendy, Founder CLC. Ia menambahkan bahwa forum ini bertujuan menyediakan ruang belajar yang objektif, relevan, dan bisa diterapkan langsung dalam pengambilan keputusan.
Forum ini mendapat dukungan utama dari Syailendra Capital, serta dukungan tambahan dari PT Menetas Indonesia, PT Multi Medika International Tbk (MMIX), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).
Kolaborasi dengan Syailendra Capital dilakukan untuk memastikan peserta memperoleh perspektif riset yang kuat dan institusional. Fajar. R. Hidayat, Chief Executive Officer Syailendra Capital, menilai inisiatif CLC berkontribusi besar terhadap perkembangan pasar modal yang lebih sehat.
Baca Juga: Saham GOTO Diborong Asing, Net Foreign Buy Jumbo Sambut Dirut Baru
“Kami senang dapat turut mendukung upaya menghadirkan edukasi berbasis riset dan relevan bagi investor ritel. Investasi yang sehat dimulai dari pemahaman yang tepat, dan kolaborasi seperti ini memperkuat ekosistem pasar modal secara keseluruhan,” ujar Fajar.
Forum ini menyajikan rangkaian sesi edukatif yang mencakup outlook pasar saham 2026, analisis potensi sektor unggulan, dinamika ekonomi global dan domestik, hingga strategi menghadapi volatilitas dan risiko pasar. Materi disampaikan oleh institusi riset profesional seperti Danantara Indonesia, Algo Research, dan Revalue Academy.
“Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi pasar, tetapi oleh bagaimana investor mematuhi prinsip-prinsip dasar yang kuat. Konsistensi strategi dan manajemen risiko adalah kunci untuk bertahan di pasar yang terus berubah,” pungkas Jos, memperkuat pemahaman peserta bahwa manajemen risiko dan strategi yang matang adalah fondasi kesuksesan investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Turun Drastis, Daging Sapi Naik
-
Kenaikan Harga Emas di Pegadaian, Beli Kemarin Sudah Dapat Untung Banyak
-
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global