- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 12 Desember 2025, dibuka naik namun kemudian turun menjadi 8.604 pada pukul 09.14 WIB.
- Pada waktu tersebut, transaksi melibatkan 9,08 miliar saham senilai Rp 4,31 triliun, dengan lebih banyak saham menurun daripada yang mengalami kenaikan.
- Proyeksi menunjukkan IHSG cenderung melemah akibat aksi jual investor asing dan potensi koreksi pada saham-saham yang telah menguat signifikan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di 2 arah pada awal perdagangan, Jumat, 12 Desember 2025. IHSG dibuka di zona hijau ke level 8.651.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.14 WIB, IHSG justru merosot ke zona merah di level 8.604 atau turun 0,18 persen dibandingkan penutupan kemarin.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 9,08 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,31 triliun, serta frekuensi sebanyak 443.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 254 saham bergerak naik, sedangkan 306 saham mengalami penurunan, dan 397 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, CCTH, RLCO, FORU, KIOS, INDX, HOMI, SAFE, DEWA, PEGE, SPRE, FOLK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, TRIN, HOPE, MORA, MTMH, FPNI, KETR, SMIL, SOUL, PMUI, GOLD, BMBL.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan hari ini.
Tekanan terutama datang dari aksi jual investor asing yang masih berlanjut serta meningkatnya risiko koreksi pada saham-saham yang sudah mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: IHSG Turun Dibayangi The Fed, Ini Analisis Rekomendasi Saham Trading Jumat 12 Desember
Dalam risetnya, CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks.
IHSG diproyeksi bergerak dalam rentang support 8.535–8.450 dan resistance 8.705–8.790.
Menurut analis, aliran keluar dana asing menunjukkan bahwa pelaku pasar global lebih berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi eksternal maupun potensi penyesuaian kebijakan moneter di berbagai negara.
Di saat yang sama, saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya reli cukup kuat mulai rawan mengalami profit taking.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan tetap mencermati pergerakan arus dana asing serta menghindari saham-saham yang telah naik terlalu tinggi dalam waktu singkat.
Adapun pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global dan regional, termasuk rilis data ekonomi yang dinantikan pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat
-
Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun
-
Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan
-
SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap
-
Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun
-
Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak
-
Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz
-
Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas
-
Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun