Jenis-Jenis Produk Utama dalam Decentralized Finance
Meskipun masih tergolong baru, jaringan decentralized finance telah berhasil mengakomodasi beberapa jenis jasa keuangan populer:
1. Platform Pinjam-Meminjam (Lending and Borrowing)
Ini adalah salah satu manfaat DeFi yang paling populer, menghubungkan peminjam dengan kreditur aset kripto. Sama seperti jasa keuangan konvensional, kreditur dapat memperoleh imbal hasil berupa bunga.
Namun, berbeda dengan perbankan yang menggunakan penilaian kredit tradisional, tingkat bunga di platform DeFi ditentukan oleh algoritma logaritma berdasarkan permintaan pasar. Jika permintaan kredit tinggi, suku bunga akan meningkat, begitu pun sebaliknya.
Selain itu, aktivitas pinjam-meminjam DeFi wajib menggunakan sistem agunan aset (biasanya berupa kepingan Ethereum), di mana debitur harus menjaminkan asetnya sebelum meminjam dana.
2. Stablecoins
Stablecoin adalah produk DeFi yang berfungsi mirip fasilitas lindung nilai aset. Teknologi DeFi akan menautkan harga satu keping mata uang kripto dengan mata uang fiat (misalnya Dolar AS).
Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai kekayaan investor tetap stabil meskipun harga aset kripto lainnya mengalami fluktuasi tajam di masa depan.
Baca Juga: Alasan Robinhood Markets Akusisi Bursa Kripto Indonesia: Fakta-faktanya
Stablecoin sering digunakan oleh investor yang ingin melindungi nilai aset kripto mereka dari volatilitas harga yang ekstrem.
Contoh stablecoin: Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Dai (DAI), yang semuanya bertujuan menjaga nilainya stabil (biasanya 1:1 terhadap USD) dengan cara berbeda; USDT dan USDC didukung oleh cadangan dolar fisik/setara kas, sementara DAI menggunakan agunan aset kripto melalui sistem terdesentralisasi (MakerDAO). Ada juga yang didukung komoditas seperti PAX Gold (XAUT).
3. Prediction Markets
Jenis aplikasi DeFi ini memungkinkan pengguna untuk bertaruh mengenai hasil akhir dari sebuah peristiwa spesifik, misalnya prediksi pemenang pemilu atau peristiwa besar lainnya.
Tujuan utama dari taruhan aset kripto ini adalah mendulang keuntungan (cuan) melalui kemampuan memprediksi.
Dalam beberapa kasus, rekam jejak menunjukkan bahwa prediksi yang dilakukan di sistem decentralized finance ini bahkan lebih akurat daripada metode konvensional seperti jajak pendapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I
-
Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen
-
Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis
-
Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
-
Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah
-
Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur
-
Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah