- Menteri Keuangan berencana terbitkan aturan baru menaikkan batas investasi asuransi dan dana pensiun hingga 20 persen.
- Peningkatan batas investasi 20 persen ini khusus diberlakukan pada saham-saham indeks LQ45 yang likuid.
- Tujuan utama kebijakan ini adalah meningkatkan likuiditas pasar modal dan mengurangi risiko manipulasi saham.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan aturan baru soal kenaikan batas investasi di pasar modal bagi perusahaan asuransi dan dana pensiun (Dapen) menjadi 20 persen.
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau penaikkan limit batas investasi ini hanya berlaku untuk saham-saham LQ45. Indeks LQ45 sendiri adalah 45 saham pilihan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung fundamental perusahaan yang kuat.
“Kita akan bebaskan lagi ke 20 persen, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45,” kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan kalau peningkatan limit ini dilakukan agar likuiditas ke pasar modal menjadi lebih besar dibanding sebelumnya. Sebab dari pengalaman masa lalu, muncul risiko ketika penempatan investasi dilakukan pada saham-saham kecil yang tidak likuid dan rentan dimanipulasi.
"Kita harapkan manipulasi pasar yang berlebihan atau goreng-gorengan bisa dikurangi semaksimal mungkin. Jadi saya enggak mau melepaskan asuransi ke pasar yang manipulasi. Itu akan diperbaiki semuanya," lanjut dia.
Lebih lanjut Purbaya mengatakan kalau regulasi ini bakal disiapkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru yang rencananya terbit minggu depan.
"Seminggu juga kelar, kan menterinya gue," jelasnya.
Berita Terkait
-
Daftar Pemilik Saham BULL, Segini Jatah yang Dipegang Masyarakat
-
Daftar Saham Prajogo Pangestu, Konglomerat Pasar Modal Indonesia
-
Apa Tugas Dirut BEI, Fungsinya Sangat Penting di Pasar Saham
-
Jabat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi Beberkan Jurus Bersihkan BEI
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Daftar Pemilik Saham BULL, Segini Jatah yang Dipegang Masyarakat
-
Profil Peter Sondakh: Konglomerat Rajawali Corpora, 'Penguasa' Tambang Emas ARCI
-
Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
-
Daftar Saham Prajogo Pangestu, Konglomerat Pasar Modal Indonesia
-
Harga Emas Antam Hari Ini, Nilainya Ambruk Usai Cetak Rekor Berturut-turut
-
Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara
-
Harga Emas Anjlok Tajam: Galeri 24 dan UBS Turun Berturut-turut, Saatnya Serok?
-
Apa Tugas Dirut BEI, Fungsinya Sangat Penting di Pasar Saham
-
Jabat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi Beberkan Jurus Bersihkan BEI