- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi negosiasi ekonomi Indonesia-AS sedang berjalan di Amerika Serikat.
- Pembahasan kini fokus pada penyelesaian aspek teknis dan hukum, khususnya mengenai pengaturan tarif dan pengecualian komoditas.
- Target utama pemerintah Indonesia adalah mencapai pengecualian tarif hingga nol persen untuk komoditas strategis tertentu.
“Pengecualian itu targetnya nol,” ucapnya.
Airlangga menambahkan, sebagian kebijakan terkait tarif sebelumnya telah diatur melalui executive orders di Amerika Serikat.
Namun, untuk beberapa komoditas strategis, pembahasan dilakukan melalui jalur bilateral.
“Itu sudah ada executive orders. Tapi khusus kelapa sawit masuk ke bilateral. Ini yang akan dibahas,” kata Airlangga.
Ia juga memastikan tidak ada perkembangan baru yang mengubah arah perundingan. Proses negosiasi disebut berjalan sesuai dengan rencana awal.
“Tak ada yang baru,” ujar Airlangga.
Dengan tim yang sudah lebih dulu berada di Amerika Serikat dan kehadirannya yang dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat, pemerintah berharap pembahasan dapat segera dirampungkan.
“Harapannya bisa selesai,” kata Airlangga.
Baca Juga: Di Depan Prabowo, Airlangga Pamer IHSG Pecah Rekor ke Level 8.600
Berita Terkait
-
Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya
-
Upah Magang Nasional Tahap 1 Cair, Airlangga: Alhamdulillah Sudah Dibayar!
-
Hadapi Tarif Baru AS, Pemerintah Dorong IKM Furnitur Garap Pasar Nontradisional
-
Ekspor Kakao Indonesia Terancam Turun Akibat Ulah Donald Trump
-
Daftar Rincian Diskon Tarif Transportasi untuk Libur Akhir Tahun
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja
-
Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD
-
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Pertemuan Singkat dengan Kakak Putih Biru, Awal Perubahan Besar Ibu Murni