- Kebutuhan LPG meningkat signifikan di daerah terdampak bencana Sumatera, memaksa ESDM menyalurkan pasokan melalui jalur udara.
- Distribusi LPG di Aceh pada 1-13 Desember 2025 naik drastis menjadi 301 MT harian dari kondisi normal 23 MT.
- Operasional SPBE telah pulih penuh di ketiga provinsi, meskipun 14 agen di Aceh masih belum beroperasi pascabencana.
Kementerian ESDM mencatat peningkatan kebutuhan liquified petroleum gas atau LPG di daerah terdampak bencana di Sumatera.
Suara.com - Bersamaan dengan itu jalur distribusi sejumlah wilayah terkendala karena jalur darat yang terdampak pasca bencana. Sejumlah upaya dilakukan, salah satunya menyalurkan lewat udara.
"Kami terus lakukan upaya ekstra di Aceh karena beberapa jalur distribusi utama masih terputus. Sementara di Sumatera Barat dan dan Sumatera Utara, penyaluran LPG berangsur membaik," ujar Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi dikutip pada Selasa (16/12/2025).
Tercatat untuk wilayah Aceh selama periode 1 hingga 13 Desember 2025, rata-rata harian pendistribusian LPG meningkat menjadi 301 metrik ton (MT). Jumlah itu terdiri dari LPG bersubsidi atau Service Obligation (PSO) sebesar 247 MT per hari, dan sisanya LPG non subsidi sebesar 53 MT per hari.
Sementara pada periode normal rata-rata distribusi berada di angka 23 MT per hari.
Peningkatan itu harus dihadapkan dengan kendala distribusi, khususnya ke wilayah yang paling terdampak di Aceh. Salah satunya, jalur distribusi dari Terminal LPG Arun menuju Aceh Besar yang terputus. Guna mengatasinya Tim Siaga Bencana ESDM harus memutar otak dengan melakukan distribusi melalui jalur udara.
"Penyaluran LPG Bright Gas untuk wilayah terisolir, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah dilakukan menggunakan jalur udara (sling load) dengan helikopter milik BNPB," kata Rudy.
Peningkatan distribusi LPG juga terjadi di Sumatera Utara. Pada periode yang sama rata-rata penyaluran LPG mencapai 1.773 MT per hari, meningkat dari rata-rata harian normal sebesar 1.663 MT.
Rudy menjelaskan, angka itu gabungan dari rata-rata penyaluran LPG bersubsidi sebesar 1.741 MT per hari dan LPG non-subsidi 32 MT per hari.
Baca Juga: Genjot PNBP, ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit di Kepri
Sementara di Sumatera Barat selama selama periode 1 hingga 13 Desember 2025, distribusi rata-rata LPG masih tergolong normal. Jumlahnya mencapai 516 MT per hari, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian normal sebesar 506 MT per hari.
Angka itu terdiri dari LPG bersubsidi sebesar 492 MT per hari dan LPG non-subsidi sebesar 24 MT per hari.
Di tengah peningkatan itu, Rudy menyebutkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) di tiga provinsi tersebut sudah beroperasi seluruhnya. Rinciannya, Aceh 11 SPBE, Sumatera Utara 46 SPBE, dan Sumatera Barat 14 SPBE.
Selain itu, sebanyak 172 agen di Sumatera Barat, dan 383 agen di Sumatera Utara telah beroperasi seluruhnya. Sementara di Aceh, masih terdapat 14 dari 119 agen yang belum beroperasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
-
Pusat-Daerah Diminta Berantas Perlintasan Kereta Api Ilegal
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Mayoritas ke Sektor Produksi
-
Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng
-
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua OJK