- PT Solusi Sinergi Digital (Surge) membukukan pendapatan Rp501 miliar pada Kuartal III 2025.
- Kinerja kuat ini membuat Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi BELI dengan target harga Rp5.200 per saham.
- Surge berencana meluncurkan layanan 5G FWA pada Januari 2026 setelah memenangkan spektrum frekuensi di Wilayah 1.
Suara.com - Emiten teknologi infrastruktur digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau yang lebih dikenal dengan Surge, menunjukkan taji dalam laporan keuangan terbaru periode Kuartal III 2025.
Pertumbuhan bisnis perusahaan terpantau sangat agresif, yang didorong oleh akselerasi layanan fixed broadband berbasis Fiber to the Home (FTTH).
Berdasarkan data keuangan yang dirilis, Surge berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp501 miliar hanya di kuartal ketiga tahun ini.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan fantastis sebesar 77,9% secara kuartalan (QoQ) dan meroket hingga 155,9% secara tahunan (YoY).
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi penetrasi internet terjangkau perusahaan mulai membuahkan hasil signifikan.
Potensi Upside hingga 50%
Melihat performa keuangan yang melampaui ekspektasi, Samuel Sekuritas memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi BELI terhadap saham WIFI. Analis menetapkan target harga yang cukup optimistis di level Rp5.200 per saham.
Jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp3.470, maka saham WIFI memiliki ruang kenaikan atau upside mencapai 50%.
Rekomendasi ini didasarkan pada keberhasilan Surge dalam mengeksekusi strategi penambahan pelanggan secara masif melalui produk "Starlite".
Baca Juga: Target Harga DEWA, Sahamnya Masih Bisa Menguat Drastis Tahun 2026?
Analis Samuel Sekuritas, Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi, mengungkapkan bahwa kunci sukses kuartal ini adalah penambahan sekitar 400 ribu pelanggan baru layanan internet murah.
Hingga September 2025, total basis pelanggan WIFI telah mencapai 800 ribu, naik dua kali lipat dibandingkan posisi semester I 2025 yang baru menyentuh 400 ribu pelanggan.
Secara kumulatif (Januari-September 2025), pendapatan Surge telah menembus angka Rp1,0 triliun, atau tumbuh sebesar 101% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini mencakup 74,4% dari target revisi internal dan 61,8% dari konsensus pasar.
Samuel Sekuritas memprediksi Surge akan menutup tahun 2025 dengan total 1,3 juta pelanggan dan pendapatan mendekati Rp1,4 triliun. Namun, lompatan sesungguhnya diproyeksikan terjadi pada tahun 2026 dengan target:
- Pendapatan: Rp3,8 triliun (lonjakan 177,5%).
- Target Pelanggan: 2,5 juta pengguna layanan "Starlite".
- Layanan Baru: Peluncuran "Internet Rakyat" berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Layanan ini direncanakan hadir dengan tarif sangat kompetitif, yakni sekitar Rp100 ribu per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
Analisis Profitabilitas dan Margin
Meskipun pendapatan tumbuh subur, sisi profitabilitas perusahaan sedikit mengalami tekanan pada Kuartal III 2025. Margin EBITDA tercatat turun menjadi 50,3% dari posisi sebelumnya 77,4%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026
-
Dasco Akan Perjuangkan Buruh, Petani, Nelayan, Dapat Bagian 3 Juta Rumah Layak
-
Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar
-
Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya
-
Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga
-
Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya
-
Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
-
Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%
-
Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga
-
Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun