- Kementerian Pertanian mengamankan 72 ton bawang bombai ilegal dari Belanda di Tanjung Perak pada 2 Desember 2025.
- Bawang ilegal tersebut membawa empat organisme pengganggu tumbuhan berbahaya yang mengancam ketahanan pangan nasional.
- Pelaku penyelundupan menggunakan dokumen palsu, dan seluruh bawang ilegal tersebut akan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Suara.com - Kementerian Pertanian mengidentifikasi empat organisme pengganggu tumbuhan berbahaya di bawang bombai ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Empat organisme itu disebut dapat merusak produksi pertanian sehingga mengancam ketahanan pangan.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, komoditas tersebut terbukti mengandung penyakit yang berpotensi merusak tanaman pertanian di Indonesia," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman lewat keterangannya yang dikutip Kamis (25/12/2025).
Hasil pemeriksaan karantina mengidentifikasi empat organisme pengganggu tumbuhan berbahaya, pertama Aphelenchoides fragariae, cacing mikroskopis yang menyerang daun tanaman.
Organisme tersebut dapat menyebabkan bercak, mengering, dan rontok di bagian daun. Jika menyebar luas, organisme ini berpotensi menyebabkan gagal panen.
Organisme kedua Rhabditis sp, cacing yang menyerang akar tanaman dan mengganggu penyerapan air serta unsur hara. Akibatnya, tanaman menjadi layu dan pertumbuhannya terhambat.
Ketiga, jamur Alternaria alternata yang menyebabkan bercak daun dan pembusukan pada umbi bawang. Jamur ini dapat merusak tanaman di lahan hingga berdampak ke hasil panen dan stok pascapanen membusuk.
Organisme keempat, jamur Drechslera tetramera yang menyebabkan tanaman menguning, layu, hingga mati. Jamur ini mudah menyebar melalui angin dan air, sulit dikendalikan, serta berpotensi menurunkan produksi dan mengganggu pasokan pangan jika menyebar luas.
Berdasarkan hasil penelusuran bawang bombai ilegal tersebut masuk ke Indonesia tanpa izin resmi dan sertifikat karantina. Pelaku menyamarkannya dengan menggunakan dokumen palsu yang mencantumkan muatan sebagai cangkang sawit.
Baca Juga: Kementan Disorot Usai Rincian Bantuan Bencana Viral, Harga Beras Rp60 Ribu/Kg Dinilai Janggal
Total bawang bombai yang masuk secara ilegal tersebut mencapai sekitar 72 ton yang berasal dari Belanda, masuk melalui Malaysia, kemudian dikirim dari Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, sebelum akhirnya diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 2 Desember 2025.
"Ini tidak boleh diberi kompromi. Seluruh pihak yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, karena ini membahayakan tanaman kita dan dapat berdampak luas terhadap ketahanan pangan nasional," kata Amran.
Selanjutnya, seluruh bawang bombai ilegal tersebut akan dimusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna mencegah penyebaran organisme berbahaya dan melindungi petani.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak
-
Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
-
Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal