- IKAPPI mengapresiasi Ferry Irwandi mendistribusikan cabai petani Aceh ke Jakarta, membantu petani terdampak bencana.
- Distribusi cabai dari Aceh ke Jakarta oleh Ferry Irwandi terbukti sukses menurunkan harga cabai di pasar ibu kota.
- IKAPPI menyarankan pemerintah meniru pola distribusi tersebut skala besar demi mencapai stabilitas harga pangan nasional.
Suara.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengapresiasi langkah yang dilakukan content creator, Ferry Irwandi yang mendistribusikan cabai petani di Aceh ke Jakarta.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, menyebut langkah tersebut bukan hanya membantu petani yang terdampak bencana, tetapi menurunkan harga cabai di Jakarta.
"Pola distribusi yang dilakukan dari sentra cabai di Aceh dibawa ke Jakarta tidak hanya membantu teman-teman di Aceh tetapi juga menurunkan harga cabai di Jakarta. Awalnya, cabai di Jakarta Rp 120,000/kg karena ada isu ini dapat menurunkan harga," kata Reynaldi lewat keterangannya pada Kamis (25/12/2025).
IKAPPI memandang, apa yang dilakukan Ferry seharusnya ditiru pemerintah demi menekan harga pangan.
Menurut Reynaldi, sentra-sentra pertanian tersebar luas di seluruh provinsi di Indonesia.
Dia mencontohkan, Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan pertanian bawang merah. Namun, saat panen, banyak hasil pertanian yang tidak terserap.
Akibatnya, ada wilayah yang surplus pangan, tapi di daerah lain kekurangan.
"Jika pola yang dilakukan oleh Ferry Irwandi di eskalasi jauh lebih besar dan massif tentu stabilitas harga pangan akan terbentuk dan Astacita Presiden Prabowo bisa terlaksana yaitu swasembada pangan Indonesia," ujar Reynaldi.
Sebagaimana diketahui, akibat bencana yang terjadi Aceh, hasil panen pertanian warga seperti cabai terancam tidak terjual.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah
Jika pun terjual, harganya menjadi sangat murah. Hal itu disebabkan akses jalan yang terputus sehingga menghambat penjualannya ke luar daerah.
Beberapa wilayah yang terdampak hasil pertaniannya adalah wilayah Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Melihat hasil panen yang melimpah tersebut, Ferry Irwandi mengambil inisiatif dengan mendistribusikan melalui jalur udara ke Jakarta.
Pesawat yang digunakan adalah pesawat yang membawa bantuan ke Aceh dari Jakarta.
Setelah mendistribusikan bantuan, pesawat kembali digunakan membawa hasil pertanian seperti cabai ke Jakarta untuk dijual.
Berita Terkait
-
Kekayaan dan Gaji Endipat Wijaya, Anggota DPR Nyinyir Donasi Warga untuk Sumatra
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak
-
Solidaritas Publik Mengalir, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 Miliar dalam 3 Jam
-
Sumatera Berduka, Donasi Ferry Irwandi Tembus Rp1 M dalam 3 Jam
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar
-
IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi
-
Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025