- Menteri ESDM resmi menunda kenaikan royalti mineral untuk kaji ulang formula.
- Pemerintah mencari skema "win-win" agar negara optimal dan pengusaha tetap untung.
- Kenaikan signifikan menyasar timah, emas, dan tembaga dalam draf revisi PP.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, resmi mengambil langkah untuk menunda rencana kenaikan tarif royalti tambang strategis seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
Keputusan krusial ini diambil setelah pemerintah mendengar aspirasi dan masukan dari para pelaku usaha yang khawatir akan dampak lonjakan beban biaya operasional.
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026), Bahlil menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang merumuskan formulasi "win-win solution". Tujuannya agar negara tetap mendapatkan pendapatan optimal tanpa mematikan keberlangsungan bisnis para pengusaha tambang.
"Saya pikir saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan. Negara untung, tapi juga pengusaha harus untung," ujar Bahlil secara lugas.
Sebelumnya, draf usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) sempat memicu kekhawatiran di pasar mineral. Beberapa poin kenaikan yang direncanakan antara lain:
- Timah: Diusulkan melonjak drastis hingga 17,5% - 20% dari tarif awal 10%.
- Emas: Berpotensi naik dari 16% ke 20%.
- Tembaga: Diprediksi merangkak ke angka 13%.
- Nikel: Perubahan skema Harga Mineral Acuan (HMA) yang lebih sensitif terhadap royalti.
Meskipun terdapat target penyelesaian regulasi pada Juni mendatang, Bahlil memastikan bahwa tarif yang beredar selama ini masih dalam tahap sosialisasi dan bukan keputusan final. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengkaji angka ideal yang mampu menyeimbangkan optimalisasi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) dengan daya saing industri tambang nasional di kancah global.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang