- Data BPN pada Senin (29/12/2025) menunjukkan mayoritas komoditas strategis mengalami koreksi harga.
- Beras dan hortikultura seperti bawang merah mengalami penurunan harga signifikan.
- Protein hewani umumnya lebih terjangkau, namun harga ikan kembung dan tongkol dilaporkan mengalami kenaikan.
Suara.com - Berdasarkan pantauan terbaru dari Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (BPN) pada Senin (29/12/2025), mayoritas komoditas pangan strategis mengalami koreksi harga yang cukup positif bagi konsumen, meskipun beberapa komoditas tertentu masih menunjukkan kenaikan tipis.
Stabilnya pasokan di sejumlah zona pasar diyakini menjadi pendorong utama menurunnya harga pangan segar di tingkat pengecer.
Pergerakan Harga Beras dan Hortikultura
Komoditas utama, yakni beras, mencatatkan penurunan harga yang merata di semua lini. Harga beras premium hari ini berada di level Rp15.531 per kilogram, mengalami penurunan sebesar Rp9 atau sekitar 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tren serupa juga diikuti oleh beras medium yang dibanderol Rp13.540 per kilogram (turun 0,05 persen).
Bagi masyarakat yang mengandalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga beras subsidi ini juga terkoreksi tipis menjadi Rp12.459 per kilogram.
Penurunan paling tajam justru terjadi pada kelompok hortikultura, khususnya bumbu dapur. Berikut rinciannya:
Bawang Merah: Menjadi primadona penurunan terdalam dengan harga Rp44.827 per kilogram, anjlok Rp1.923 atau sebesar 4,11 persen.
Bawang Putih Bonggol: Terkoreksi 2,11 persen menjadi Rp37.344 per kilogram.
Baca Juga: Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan
Cabai Rawit Merah: Turun Rp841 menjadi Rp64.981 per kilogram.
Cabai Merah Keriting & Besar: Kompak melemah masing-masing di level Rp49.009 dan Rp45.580 per kilogram.
Komoditas Protein Hewani dan Produk Olahan
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras dan telur terpantau lebih terjangkau. Daging ayam ras kini dipatok seharga Rp39.885 per kilogram (turun 0,38 persen), sementara telur ayam ras berada di posisi Rp31.455 per kilogram.
Untuk produk daging merah, harga daging sapi murni relatif stabil tanpa gejolak berarti di angka Rp135.412 per kilogram.
Sebaliknya, daging kerbau beku impor mengalami penurunan harga yang cukup signifikan sebesar 1,94 persen, menjadi Rp104.623 per kilogram, yang bisa menjadi alternatif ekonomis bagi konsumen.
Beralih ke sektor perikanan, terdapat anomali harga di mana ikan kembung dan ikan tongkol justru merangkak naik. Ikan kembung naik cukup tinggi ke level Rp44.307 per kilogram, sementara ikan tongkol kini berada di harga Rp36.058 per kilogram.
Dinamika harga juga menyentuh kelompok minyak goreng dan gula konsumsi. Berikut adalah rangkuman singkat perubahannya:
Minyak Goreng: Minyak goreng kemasan dan curah kompak turun, masing-masing berada di kisaran Rp20.888 per liter dan Rp17.619 per liter. Namun, minyak goreng program pemerintah, Minyakita, justru naik tipis 0,47 persen menjadi Rp17.685 per liter.
Gula Konsumsi: Turun tipis ke level Rp18.039 per kilogram.
Jagung & Kedelai: Harga jagung di tingkat peternak turun menjadi Rp6.828 per kilogram, sementara kedelai biji kering impor berada di level Rp10.735 per kilogram.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
Luhut Mau BUMN Berbasis AI, Bisa Hemat Biaya Hingga 30 Persen
-
Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025
-
Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan
-
Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela
-
Luhut Ikut Buka Suara soal Tambang Emas Martabe: Tak Ada Tekanan dari Luar!
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego