- Saham DKFT menunjukkan pergerakan mendatar (sideways) dengan bias penguatan, ditutup di Rp730 pada 30 Desember 2025.
- Secara teknikal, harga bertahan di support Rp670-Rp680, sementara fokus utama adalah menembus resistance Rp760–Rp780.
- Fundamental ditopang peningkatan produksi nikel 140% YoY dan pembagian dividen interim Rp25 per saham.
Suara.com - Pergerakan saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menjadi salah satu yang menarik perhatian para pelaku pasar modal menjelang pergantian tahun menuju 2026.
Berdasarkan pengamatan tren dalam tiga bulan terakhir, emiten yang bergerak di sektor pertambangan nikel ini menunjukkan pola pergerakan sideways atau mendatar dengan bias penguatan yang mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025.
Pantauan Redaksi Suara.com pada Selasa (30/12/2025) untuk penutupan pasar sesi 1 IHSG BEI, harga saham DKFT berada di kisaran 730. Sedikit melemah jika dibandingkan dengan pembukaan pasar pada hari ini.
Tinjauan Teknikal DKFT, Menguji Level Resistance Utama
Secara teknikal, harga saham DKFT tercatat beberapa kali memantul dari area support kuat di kisaran Rp670 hingga Rp680.
Ketahanan harga pada level ini menunjukkan adanya daya beli yang cukup signifikan setiap kali harga mendekati batas bawah konsolidasi tiga bulannya.
Saat ini, fokus pasar tertuju pada area resistance terdekat di level Rp760–Rp780, yang merupakan puncak-puncak minor sebelumnya.
Berdasarkan prinsip analisis teknikal standar, level swing high ini menjadi referensi utama untuk menentukan arah tren selanjutnya.
Jika DKFT mampu melakukan breakout atau menembus level tersebut dengan volume yang kuat, terdapat dua skenario target harga yang rasional untuk satu bulan ke depan:
Baca Juga: Daftar Emiten Saham yang Right Issue Tahun 2026
Target Pertama: Area resistance Rp760–Rp780.
Target Berikutnya: Jika terjadi dorongan bullish yang kuat, harga berpotensi menuju kisaran Rp800–Rp820.
Sebaliknya, jika momentum kenaikan gagal menembus batas atas, harga berisiko kembali bergerak sideways ke area Rp700–Rp680.
Risiko penurunan lebih lanjut ke level Rp660 tetap perlu diwaspadai apabila sentimen pasar makro atau harga komoditas global mengalami tekanan.
Fundamental DKFT
Optimisme terhadap DKFT bukan tanpa alasan. Data finansial hingga kuartal III-2025 menunjukkan performa yang cukup tangguh. Meskipun terdapat penurunan laba bersih secara kuartalan dari Q2 ke Q3 (Rp174 miliar menjadi Rp132 miliar), secara keseluruhan efisiensi beban perusahaan dinilai tetap terkelola dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
-
Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran