- Pada 31 Desember 2025, harga pangan nasional mayoritas melandai, termasuk beras, jagung, dan kedelai impor.
- Bawang merah menunjukkan koreksi harga terdalam mencapai 5,29 persen, sementara beberapa protein hewani justru mengalami kenaikan.
- Penurunan harga juga terjadi pada kelompok cabai dan berbagai jenis minyak goreng berdasarkan Panel Harga Bapanas.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional menunjukkan tren melandai di hari terakhir tahun 2025. Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), mayoritas komoditas strategis tercatat mengalami penurunan pada akhir tahun Rabu, 31 Desember 2025, meski sebagian protein hewani masih bergerak naik.
Di kelompok beras, harga beras SPHP tercatat berada di level Rp 12.418 per kilogram atau turun Rp 34 setara 0,27 persen. Sementara itu, harga beras premium turun Rp 60 atau 0,39 persen menjadi Rp 15.473 per kilogram, dan beras medium melemah Rp 98 atau 0,72 persen ke posisi Rp 13.433 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada komoditas jagung untuk peternak. Harga jagung tercatat Rp 6.840 per kilogram setelah turun Rp 100 atau 1,44 persen. Kondisi ini memberi sinyal positif bagi sektor peternakan, khususnya pada biaya pakan ternak di tengah fluktuasi harga protein hewani.
Harga kedelai biji kering impor turut terkoreksi. Komoditas ini berada di level Rp 10.755 per kilogram atau turun Rp 62 setara 0,57 persen. Penurunan harga kedelai menjadi perhatian pelaku industri olahan seperti tempe dan tahu.
Koreksi paling dalam terjadi pada bawang merah. Harga bawang merah turun Rp 2.457 atau 5,29 persen menjadi Rp 43.990 per kilogram. Penurunan ini menjadi salah satu yang terdalam di antara komoditas pangan strategis nasional.
Tren penurunan juga terlihat pada kelompok cabai. Cabai merah besar tercatat turun Rp 1.702 atau 3,83 persen ke level Rp 42.760 per kilogram.
Cabai rawit merah melemah Rp 681 atau 1,06 persen menjadi Rp 63.282 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun Rp 225 atau 0,47 persen ke harga Rp 47.979 per kilogram.
Di kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp 20.560 per liter setelah turun Rp 374 atau 1,79 persen. Minyak goreng curah tercatat Rp17.529 per liter atau turun Rp 201 setara 1,13 persen. MinyaKita juga turun Rp 190 atau 1,08 persen menjadi Rp 17.433 per liter.
Harga telur ayam ras tercatat Rp 31.259 per kilogram atau turun Rp 225 setara 0,71 persen. Gula konsumsi ikut terkoreksi Rp 146 atau 0,81 persen menjadi Rp 17.931 per kilogram, sementara garam konsumsi turun tipis ke level Rp 11.426 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Merosot Jelang Akhir Tahun, Ini Daftarnya
Meski sebagian besar harga pangan melemah, sejumlah komoditas protein hewani masih mencatatkan kenaikan. Daging ayam ras naik Rp 41 atau 0,10 persen menjadi Rp 39.862 per kilogram. Daging sapi murni juga bergerak naik Rp 1.302 atau 0,96 persen ke level Rp 136.836 per kilogram.
Kenaikan cukup signifikan terjadi pada daging kerbau segar lokal yang naik Rp 2.932 atau 2,09 persen menjadi Rp 143.500 per kilogram. Berbeda dengan daging kerbau beku impor yang justru turun Rp358 atau 0,34 persen ke harga Rp 105.946 per kilogram.
Di sektor perikanan, harga ikan kembung naik Rp 652 atau 1,51 persen menjadi Rp 43.974 per kilogram. Ikan tongkol tercatat naik Rp 356 atau 1,00 persen ke level Rp 35.805 per kilogram.
Sementara itu, ikan bandeng turun Rp 784 atau 2,18 persen menjadi Rp 35.235 per kilogram.
Daftar Harga Pangan Nasional pada 31 Desember:
- Beras SPHP: Rp 12.418 per kilogram
- Beras Premium: Rp 15.473 per kilogram
- Beras Medium: Rp 13.433 per kilogram
- Jagung untuk Peternak: Rp 6.840 per kilogram
- Kedelai Biji Kering Impor: Rp 10.755 per kilogram
- Bawang Merah: Rp 43.990 per kilogram
- Cabai Merah Besar: Rp 42.760 per kilogram
- Cabai Rawit Merah: Rp 63.282 per kilogram
- Cabai Merah Keriting: Rp 47.979 per kilogram
- Minyak Goreng Kemasan: Rp 20.560 per liter
- Minyak Goreng Curah: Rp 17.529 per liter
- MinyaKita: Rp 17.433 per liter
- Telur Ayam Ras: Rp 31.259 per kilogram
- Gula Konsumsi: Rp 17.931 per kilogram
- Garam Konsumsi: Rp 11.426 per kilogram
- Daging Ayam Ras: Rp 39.862 per kilogram
- Daging Sapi Murni: Rp 136.836 per kilogram
- Daging Kerbau Segar Lokal: Rp 143.500 per kilogram
- Daging Kerbau Beku Impor: Rp 105.946 per kilogram
- Ikan Kembung: Rp 43.974 per kilogram
- Ikan Tongkol: Rp 35.805 per kilogram
- Ikan Bandeng: Rp 35.235 per kilogram
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik