- Data Bapanas per 30 Desember 2025 menunjukkan pergerakan harga pangan nasional secara umum mengalami kecenderungan melemah.
- Komoditas protein hewani dan cabai menunjukkan penurunan harga signifikan, sementara beberapa komoditas naik tipis.
- Harga beras bervariasi; beras medium turun, namun beras SPHP dan premium tercatat mengalami sedikit kenaikan harga.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional masih stabil, tapi dengan kecenderungan melemah pada Selasa, 30 Desember 2025.
Data rata-rata harga pangan nasional dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 29 Desember 2025 menunjukkan sebagian besar komoditas strategis mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat berada di level Rp 39.844 per kilogram atau turun Rp 143 sebesar 0,36 persen. Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras yang berada di harga Rp 31.498 per kilogram, turun Rp 116 atau 0,37 persen.
Harga daging sapi murni secara nasional tercatat Rp 135.534 per kilogram, turun Rp 170 atau 0,13 persen. Sementara itu, daging kerbau beku impor tercatat Rp 106.304 per kilogram, turun cukup dalam sebesar Rp 721 atau 0,67 persen.
Sebaliknya, harga daging kerbau segar lokal bergerak naik tipis. BPN mencatat daging kerbau segar berada di level Rp 140.568 per kilogram, naik Rp 12 atau 0,01 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Dari kelompok pangan laut, harga ikan kembung tercatat Rp 43.333 per kilogram atau turun Rp 87 sebesar 0,20 persen. Harga ikan tongkol juga mengalami koreksi dengan posisi Rp 35.449 per kilogram, turun Rp 202 atau 0,57 persen.
Sementara itu, harga ikan bandeng justru bergerak naik. Secara nasional, ikan bandeng tercatat Rp 36.043 per kilogram, naik Rp 84 atau 0,23 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk komoditas beras, harga beras medium berada di level Rp 13.534 per kilogram, turun tipis Rp 2 atau 0,01 persen. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tercatat Rp 12.452 per kilogram, naik Rp 3 atau 0,02 persen.
Adapun, beras premium berada di harga Rp 15.535 per kilogram, naik Rp 5 atau 0,03 persen.
Baca Juga: HET Beras Mau Dihapus
Harga cabai masih menunjukkan tren penurunan cukup signifikan. Cabai rawit merah tercatat Rp 64.033 per kilogram, turun Rp 1.193 atau 1,83 persen. Cabai merah keriting berada di harga Rp 48.286 per kilogram, turun Rp 1.115 atau 2,26 persen, sementara cabai merah besar turun Rp 1.165 atau 2,56 persen menjadi Rp 44.409 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur lain juga bergerak turun. Harga bawang merah tercatat Rp 46.456 per kilogram atau turun Rp 53 sebesar 0,11 persen. Bawang putih bonggol berada di level Rp 38.142 per kilogram, turun Rp 44 atau 0,12 persen. Sementara itu, harga garam konsumsi tercatat stabil di angka Rp11.492 per kilogram.
Dari komoditas pangan olahan, harga gula konsumsi tercatat Rp 18.064 per kilogram, turun Rp 5 atau 0,03 persen. Minyak goreng kemasan berada di harga Rp 20.936 per liter, turun Rp 23 atau 0,11 persen. Harga MinyaKita tercatat Rp 17.622 per liter, turun tipis Rp 2 atau 0,01 persen.
Namun, minyak goreng curah bergerak naik. Bapanas mencatat minyak goreng curah berada di level Rp 17.731 per liter, naik Rp 51 atau 0,29 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Harga jagung tingkat peternak tercatat Rp 6.940 per kilogram, turun Rp 24 atau 0,34 persen. Sementara itu, harga kedelai biji kering impor berada di level Rp 10.817 per kilogram, turun Rp 11 atau 0,10 persen.
Adapun komoditas tepung terigu menunjukkan pergerakan beragam.
Tepung terigu kemasan tercatat Rp 12.906 per kilogram, turun Rp 26 atau 0,20 persen. Sebaliknya, tepung terigu curah mengalami kenaikan Rp 25 atau 0,26 persen menjadi Rp 9.734 per kilogram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter