- Rupiah 2026 diprediksi menghadapi tantangan pelemahan signifikan, berpotensi menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.
- Risiko pelemahan rupiah sangat dipengaruhi faktor eksternal, utamanya kebijakan moneter Amerika Serikat dan kekuatan dolar.
- Stabilitas rupiah jangka menengah membutuhkan koordinasi kebijakan, kredibilitas fiskal, dan penguatan fundamental ekspor-impor.
Suara.com - Rupiah di tahun 2026 diramal bakal menghadapi beberapa tantangan.
Pergerakan rupiah yang naik turun, mencerminkan dinamika tekanan global dan domestik yang masih cukup kuat.
Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva, mengatakan, risiko pelemahan rupiah bisa saja terjadi.
Apalagi, mata uang Garuda bisa saja mendekati atau menembus level Rp17.000 per dolar AS.
"Hal ini sangat ditentukan oleh faktor eksternal, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan kekuatan dolar AS secara global," katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (1/1/2026).
Menurut dia, jika suku bunga global bertahan tinggi lebih lama atau sentimen risiko memburuk, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, bisa kembali meningkat.
Meski demikian, dengan fundamental domestik yang relatif terjaga, cadangan devisa yang memadai, serta koordinasi kebijakan yang solid.
Skenario pelemahan ekstrem tersebut masih lebih bersifat risiko daripada proyeksi utama.
"Dalam menjaga stabilitas rupiah, peran kebijakan yang terkoordinasi menjadi kunci. Pemerintah perlu memastikan kredibilitas fiskal tetap terjaga melalui pengelolaan defisit yang disiplin dan belanja negara yang produktif, sementara Bank Indonesia melanjutkan bauran kebijakan moneter untuk meredam volatilitas nilai tukar," beber Taufan.
Baca Juga: Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680
Dia meminta pemerintah juga memperhatikan dari sisi struktural, penguatan ekspor bernilai tambah, pengendalian impor, serta pendalaman pasar keuangan domestik akan memperkuat fundamental rupiah dalam jangka menengah dan panjang.
"Sehingga pergerakannya tidak hanya bergantung pada sentimen global jangka pendek," imbuhnya.
Menurut dia, pergerakan rupiah yang naik turun tersebut pada dasarnya wajar dalam sistem nilai tukar mengambang.
Namun, volatilitas yang tinggi dapat menambah ketidakpastian bagi dunia usaha dan pelaku pasar.
Taufan melihat, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan menekan inflasi, sementara di sisi lain dapat memberi dukungan terbatas bagi ekspor.
"Dampak akhirnya sangat bergantung pada seberapa stabil pergerakan rupiah tersebut dan bagaimana respons kebijakan dalam menjaga kepercayaan pasar," tandasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Melorot Lagi Hari Ini ke Level Rp 16.691
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Makin Kuat Sentuh Level Rp16.678
-
Nilai Tukar Rupiah Melemah pada Senis Sore, Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI
-
Rupiah Melesat di Senin Pagi Menuju Level Rp 16.635
-
Rupiah Kokoh Lawan Dolar AS pada Hari Ini, Tembus Level Rp 16.646
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat