- OJK telah menyelesaikan perizinan KUB untuk 10 BPD yang dikelompokkan menjadi 4 Grup KUB guna memperkuat layanan keuangan daerah.
- Hingga 10 Desember 2025, OJK telah menggabungkan 130 BPR/S menjadi 45 BPR/S, dengan proses konsolidasi lanjutan sedang berlangsung.
- Konsolidasi strategis ini bertujuan menciptakan industri perbankan yang lebih efisien, sehat, dan berdaya saing menghadapi tantangan global.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan penguatan struktur industri perbankan nasional.
Salah satunya melalui berbagai langkah konsolidasi, baik di segmen Bank Pembangunan Daerah (BPD) maupun Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPR/S).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa proses konsolidasi perbankan masih berjalan aktif dan menunjukkan progres yang signifikan. Sebanyak 10 BPD yang sudah dikonsolidasi.
"Terkait dengan konsolidasi di sektor perbankan, dapat kami sampaikan bahwa OJK telah menyelesaikan perizinan KUB (Kelompok Usaha Bank) untuk 10 (sepuluh) BPD yang tergabung ke dalam 4 (empat) Grup KUB sebagai langkah penguatan industri BPD dalam menyediakan akses layanan keuangan daerah," jelasnya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Hal ini menjadi salah satu langkah penting yang telah diselesaikan dalam meningkatkan pertumbuhan industri perbankan. Apalagi, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah juga sudah banyak diminati.
"Selanjutnya, sampai dengan posisi 10 Desember 2025, OJK telah menyelesaikan persetujuan penggabungan BPR/S dalam rangka konsolidasi dari 130 BPR/S menjadi 45 BPR/S dan saat ini sedang melakukan proses penggabungan untuk 226 BPR/S menjadi 79 BPR/S," dia menjabarkan.
OJK saat ini juga masih memproses tahap lanjutan konsolidasi BPR/S. Dalam proses berjalan, sebanyak 226 BPR/S ditargetkan akan digabungkan menjadi 79 BPR/S.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri BPR/S agar lebih efisien, sehat, dan berdaya saing.
Apalagi, konsolidasi perbankan merupakan langkah strategis untuk menciptakan industri yang lebih resilien di tengah dinamika perekonomian global dan domestik, sekaligus menghadapi tantangan transformasi digital, peningkatan risiko operasional, serta kebutuhan penguatan tata kelola.
Baca Juga: Kolaborasi dengan FC Barcelona, BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus
"Ke depan, OJK akan terus mengawal proses konsolidasi perbankan agar berjalan sesuai ketentuan dan mampu memberikan dampak positif terhadap stabilitas sistem keuangan serta perluasan inklusi keuangan nasional," tandasnya.
Berita Terkait
-
La Suntu Tastio, UMKM Binaan BRI yang Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun
-
Daftar 611 Pinjol Ilegal Tahun 2025, Update Terbaru OJK Desember
-
Daftar Bank yang Tutup dan 'Bangkrut' Selama Tahun 2025
-
Strategi Ngawur atau Pasar yang Lesu? Mengurai Misteri Rp2.509 Triliun Kredit Nganggur
-
Penggunaan Keuangan Digital Meningkat, Volume Transaksi QRIS Tembus Rp1.092 Triliun
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo