- PT BSI mencatatkan laba bersih Rp5,57 triliun hingga September 2025, tumbuh 9,04% didukung pembiayaan sehat.
- Tahun 2025 BSI dikukuhkan sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia, menjadi lokomotif transformasi keuangan syariah.
- Menghadapi 2026, BSI berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan semangat "Empati Melayani, Antusias Sepenuh Hati".
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan dalam melayani nasabah.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan tahun 2025 tercatat sebagai tahun yang penuh tantangan sekaligus pembuktian bagi BSI.
Perseroan berhasil membuktikan bahwa ujian dapat diubah menjadi momentum untuk memperkuat barisan.
Hal ini tercermin dari kinerja keuangan yang impresif hingga Triwulan III 2025, yang menegaskan fundamental bisnis yang kian kokoh.
“Alhamdulillah, BSI menutup tahun ini dengan rasa syukur mendalam. Di tengah dinamika global dan domestik, BSI tetap tumbuh solid. Ini adalah bukti dari resilience (ketahanan) perbankan syariah yang didukung oleh ekosistem yang kuat,” beber Anggoro dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Hingga September 2025, BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 9,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp5,57 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang sehat sebesar 12,65 persen menjadi Rp301 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,65 persen mencapai Rp348,38 triliun.
Kualitas aset juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang berada di level 1,84 persen menunjukkan prinsip kehati-hatian yang diterapkan perseroan.
Lebih dari sekadar angka, tahun 2025 menjadi tonggak sejarah dengan dikukuhkannya BSI sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia.
Baca Juga: Layanan Pulih 100 Persen, BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal
Pencapaian ini menegaskan posisi BSI sebagai lokomotif transformasi keuangan syariah, menghadirkan layanan emas yang terintegrasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Anggoro menegaskan bahwa BSI memiliki Double Power yakni sebagai Bullion Bank pertama dan bank syariah terbesar di Indonesia.
“Di Aceh, kami diingatkan kembali pada esensi perbankan syariah. Bahwa keberhasilan terbesar bukan terletak pada profit semata, melainkan seberapa besar arti dan manfaat yang bisa kami berikan bagi sesama, terutama di saat saudara kita membutuhkan. Inilah spirit BSI yang sesungguhnya,” tambah Anggoro.
Refleksi akhir tahun ini menjadi landasan kuat bagi BSI untuk melangkah ke tahun 2026.
Mengusung semangat baru "Empati Melayani, Antusias Sepenuh Hati", BSI berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih responsif, bernilai jangka panjang, dan berdampak luas.
“Tahun 2026 akan menjadi fase di mana BSI semakin dalam menyentuh hati nasabah. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai bank, tetapi sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual yang memberikan solusi tuntas bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Anggoro.
Berita Terkait
-
Berkat PNM, Aan Andasari Sukses Kembangkan Sampah Jadi Peluang Usaha
-
OJK Selidiki Dugaan Mirae Asset Sekuritas Lenyapkan Dana Nasabah Rp71 Miliar
-
SMBC Indonesia Punya Ambisi Gunakan AI, Gimana Data Nasabah?
-
BSI Kantongi Izin Jasa Simpanan Emas, Harga Jadi Terjangkau?
-
Geger Fraud Rp30 Miliar di Maybank Hingga Nasabah Meninggal Dunia, OJK: Kejadian Serius!
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I
-
Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen
-
Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis
-
Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama