- Pemerintah menargetkan produksi gula konsumsi mencapai tiga juta ton pada tahun 2026, sebuah peningkatan ambisius dari tahun-tahun sebelumnya.
- Jika tercapai, berpotensi membawa Indonesia mencapai swasembada gula lebih cepat dari target Perpres Nomor 40 Tahun 2023.
- Untuk mencapai target ini, pemerintah mewajibkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu seluas 100.000 hektare pada 2026.
Suara.com - Pemerintah menargetkan produksi gula konsumsi mencapai 3 juta ton pada 2026. Target tersebut dinilai ambisius karena melonjak cukup tajam dengan waktu yang sangat singkat.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menilai target tersebut memang berpotensi menjadi lompatan besar jika tercapai. Selama bertahun-tahun, produksi gula konsumsi nasional cenderung stagnan.
“Selama bertahun-tahun produksi gula konsumsi tak beranjak jauh dari 2,2-2,4 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi antara 2,8-3 juta ton,” ujar Khudori kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Ia mencatat, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan produksi gula konsumsi 3 juta ton pada 2026. Angka itu naik sekitar 330.000 ton atau 12,3 persen dari perkiraan produksi 2025 yang berada di level 2,67 juta ton.
Produksi gula konsumsi pada 2025 sendiri disebut mengalami kenaikan sekitar 201.000 ton atau 8,1 persen dibandingkan produksi 2024. Meski demikian, lonjakan menuju 3 juta ton tetap menjadi tantangan besar.
Merujuk Proyeksi Neraca Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 4 Desember 2025, kebutuhan gula konsumsi tahun ini tercatat sebesar 2.808.980 ton atau sekitar 234.082 ton per bulan.
Khudori menilai, dengan asumsi kebutuhan gula konsumsi pada 2026 tidak jauh berbeda, capaian produksi 3 juta ton akan membawa Indonesia pada posisi swasembada gula konsumsi.
“Jika ini benar tercapai, tentu prestasi ciamik,” ucapnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut bahkan lebih cepat dua tahun dari target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati, yang mematok target swasembada pada 2028.
Baca Juga: Sinergi Pemerintah dan Swasta Percepat Target Swasembada Gula
Namun, Khudori mengingatkan bahwa capaian ambisius tersebut tidak lepas dari berbagai prasyarat. Pemerintah menargetkan perluasan tanam dan panen serta optimalisasi lahan tebu hingga 100.000 hektare pada 2026.
Dari target nasional tersebut, sekitar 70.000 hektare atau 70 persen diharapkan berasal dari Jawa Timur. Untuk mempercepat eksekusi di lapangan, pemerintah mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga dukungan aparat penegak hukum.
Menurut Khudori, jika target produksi benar-benar tercapai, Indonesia akan mencatatkan lompatan besar dalam sejarah pergulaan nasional. Namun, ia juga menekankan bahwa target tersebut tidak bisa dilepaskan dari berbagai risiko yang perlu diantisipasi secara serius.
Ia menilai, ambisi swasembada gula konsumsi perlu diiringi dengan kebijakan yang cermat dan perhitungan matang agar lonjakan target produksi tidak justru menimbulkan persoalan baru di sektor pangan.
“Jika target produksi 2026 tercapai, tentu ini lompatan produksi yang luar biasa,” pungkas Khudori.
Berita Terkait
-
Catatan Setahun Prabowo-Gibran di Bidang Pangan
-
Saat Polisi Jadi Wasit Harga, Pengamat Sebut Ini Resep Gagal Sejak Zaman Sukarno
-
Dari Era Kolonial ke AI: Mampukah Indonesia Benar-Benar Swasembada Gula?
-
Gelar Rapat Maraton Akhir Pekan, Mentan Kebut Swasembada Gula dan Hilirisasi Perkebunan
-
Di Balik Temuan Mentan Amran Soal MinyaKita Tak Sesuai Takaran
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange