- Direktur Utama Perum Bulog akan memotong jalur distribusi MinyaKita yang panjang agar harga jual sesuai HET Rp 15.700.
- Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma mendapat jatah 35% pasokan MinyaKita dari kebijakan DMO produsen kelapa sawit.
- Permendag Nomor 43 Tahun 2025 memperkuat distribusi MinyaKita melalui BUMN untuk menjaga stabilitas harga konsumen.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Pahlevi, akan memotong jalur distribusi minyak goreng curah kemasan atau MinyaKita yang terlalu panjang.
Dengan begitu, harga MinyaKita akan tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.
Selama penyaluran MinyaKita itu panjang, dari produsen ke distributor 1, kemudian ke distributor 2, baru ke pengecer. Sehingga, ada rembesan harga, yang membuat MinyaKita tidak sesuai HET.
"Sebagai penyalur utamanya langsung ke para pengecer betul ya jadi tidak ada distribusi 1 dan distribusi 2 lagi. Tapi langsung kepada para pengecer harapannya apa? untuk memotong rantai atau rantai distribusi yang terlalu panjang," ujarnya dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
"Sehingga, harga-harga minyak itu betul-betul rendah sehingga menjamin masyarakat dapat membeli dengan murah dan kualitas yang terjamin," sambung Rizal.
Ia menambahkan, Bulog bersama ID Food dan Agrinas Palma Nusantara akan mendapatkan jatah pasokan MinyaKita dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari produsen kelapa sawit.
"Sesuai dengan Permendag yang baru peraturan Menteri Perdagangan bahwa bulog bulog bersama ID Food dan Agrinas Palma nanti diberi 35 persen dari DMO ya sekitar 790 ribu kiloliter," ucap Rizal.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur ulang tata kelola MinyaKita.
Regulasi baru ini menitikberatkan penguatan distribusi melalui badan usaha milik negara (BUMN) guna menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat di tingkat konsumen.
Baca Juga: Bansos Beras 10 Kg Dipastikan Lanjut di 2026 untuk 18 Juta Penerima
Regulasi ini ditetapkan pada 9 Desember 2025 dan diundangkan pada 12 Desember 2025. Aturan tersebut akan mulai berlaku 14 hari setelah diundangkan. Ketentuan ini sekaligus merevisi Permendag Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
Revisi kebijakan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola MinyaKita, khususnya pada aspek distribusi, stabilisasi harga, serta pengawasan yang lebih menyeluruh.
Pemerintah menilai efisiensi distribusi menjadi kunci dalam menjaga harga MinyaKita tetap sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kami meyakini efisiensi dalam pendistribusian Minyakita akan lebih mendorong pembentukan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita untuk mendukung stabilitas harga minyak goreng," ujar Mendag dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
"Pemerintah akan memperkuat distribusi MinyaKita melalui badan usaha milik negara (BUMN) karena selama ini terbukti mampu menjaga harga jualnya sesuai HET. Permendag Nomor 43 Tahun 2025 akan membantu mewujudkan efisiensi distribusi tersebut," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Purbaya ke Lulusan UI: Saya Dosen S3, Kalau Debat Anda Pasti Kalah
-
Berapa Anggaran Sidang Isbat di Hotel Borobudur?
-
THR ASN Batal Cair Awal Ramadan 2026? Menkeu Purbaya Beri Penjelasan Ini
-
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
-
Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
-
Penjualan Anjlok 30 Persen, Converse Bakal Pangkas Karyawan demi Efisiensi
-
Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM
-
Tak Hanya Biji Mentah, Pemerintah Bidik Ekspor Kopi Olahan
-
Merak-Bakauheni Diprediksi Diserbu 6 Juta Pemudik, Ini Strategi Kemenhub
-
Ramalan IHSG untuk Sepekan Ini, Investor Diharap Fokus Saham Fundamental