- Wamendag Dyah Roro Esti memantau harga Minyakita di Pasar Senen dan Johar Baru menjelang tahun baru.
- Harga Minyakita di pasar terbukti dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700.
- Kondisi ini mengindikasikan pasokan Minyakita tetap aman dan permintaan masyarakat terpenuhi dengan baik.
Suara.com - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, memastikan harga Minyakita di pasar tradisional masih sesuai ketentuan dan bahkan dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Kepastian itu disampaikan saat ia memantau langsung harga bahan pokok di Pasar Senen dan Pasar Johar Baru menjelang pergantian tahun.
Dyah mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, terutama menjelang malam tahun baru ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat.
“Kalau kita melihat trennya dibandingkan dua minggu yang lalu, misalnya, itu ada penurunan justru,” ujar Dyah Roro kepada wartawan, dikutip Kamis (1/1/2026).
Ia menuturkan, Minyakita menjadi salah satu komoditas yang secara khusus dipantau Kementerian Perdagangan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, harga Minyakita masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau HET-nya adalah Rp15.700, di sini bahkan dijualnya Rp15.500,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pasokan Minyakita di pasar masih terjaga dan permintaan masyarakat tetap terpenuhi.
Dyah Roro menyebut, ketersediaan barang menjadi faktor penting agar harga tetap terkendali.
Baca Juga: Penolakan Pembayaran Tunai, Wamendag Tegaskan Uang Cash Masih Berlaku di Pasar
“Dan untuk marketnya, demandnya ada. Sehingga pasokan di sini sangat amat penting. Dan alhamdulillah ketika saya turun tadi untuk ngecek, semuanya tersedia dan aman,” ucapnya.
Pemantauan serupa juga dilakukan di Pasar Johar Baru. Ia mendapati harga Minyakita dijual sesuai HET, meski terdapat selisih tipis antar pasar.
“Kalau minyak kita ini kan pemantauan kita langsung ya dari Menteri Perdagangan dan harganya itu pas di HET. Jadi dijualnya kalau di sini Rp15.700, kalau misalnya di pasar yang tadi Pasar Senen itu Rp15.500,” ujar Dyah Roro.
Ia menegaskan, perbedaan harga tersebut masih dalam batas wajar dan menunjukkan distribusi Minyakita berjalan dengan baik.
Pemerintah, kata dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Berarti dari segi komoditinya ada, barangnya ada, pasokannya juga aman, dan permintaan masyarakat juga ada,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
66 Perusahaan Diciduk! Skandal MinyaKita Terungkap, Lebih dari Sekadar Takaran Dikurangi!
-
Banyak Masyarakat Tinggalkan MinyaKita, Mendag: Harganya Lebih Murah!
-
Setelah Kucing-kucingan dengan Kemendag, Pabrik MinyaKita di Karawang Akhirnya Disegel
-
Produsen Minyak Goreng Geram Disudutkan Kecurangan MinyaKita, Duga Dilakukan Pelaku Usaha Bodong
-
Masyarakat Bisa Minta Ganti Rugi Uang Jika MinyaKita Tak Sesuai Takaran
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri