- Amerika Serikat melancarkan operasi menjatuhkan Maduro dengan fokus dekapitasi rezim, berbeda dari invasi Irak sebelumnya.
- Presiden Trump secara eksplisit menyatakan Amerika Serikat sedang memegang kendali atas pemerintahan Venezuela saat ini.
- Tujuan utama AS adalah mengamankan minyak Venezuela dan menghilangkan pengaruh asing seperti Rusia serta Tiongkok.
Merespons ancaman tersebut, pada Minggu malam Rodríguez mengeluarkan pernyataan yang lebih lunak dengan menawarkan "agenda kerja sama" dengan pihak Amerika Serikat.
Salah satu kejutan terbesar dari kebijakan ini adalah pengabaian Trump terhadap gerakan demokrasi Venezuela yang dipimpin oleh María Corina Machado dan Edmundo González.
Padahal, AS sebelumnya secara konsisten mengakui González sebagai presiden yang sah setelah pemilu tahun lalu.
Trump secara mengejutkan meremehkan Machado, seorang peraih Nobel Perdamaian, dengan menyebut bahwa “Dia tidak mendapat dukungan atau rasa hormat di dalam negeri. Dia wanita yang sangat baik, tetapi dia tidak mendapat rasa hormat.”
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencoba membela perubahan sikap yang dianggap tidak nyaman secara politik ini dengan alasan realisme.
“Harus ada sedikit realisme di sini,” kata Rubio kepada CBS. Ia berpendapat bahwa transisi menuju demokrasi membutuhkan waktu, namun kepentingan nasional AS harus menjadi prioritas utama saat ini.
AS Incar Minyak dan Emas Venezuela
Gedung Putih tidak menutupi bahwa ambisi utamanya adalah menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar serta menyingkirkan pengaruh musuh-musuh AS di kawasan tersebut.
Marco Rubio menegaskan bahwa AS akan mempertahankan embargo minyak sebagai alat tekan untuk memaksa para pemimpin baru Venezuela mematuhi perintah Trump.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela
Beberapa poin utama yang ingin dicapai AS melalui dominasi ini antara lain:
- Penghentian Peredaran Narkoba: Memastikan jalur penyelundupan dan aktivitas geng dari Venezuela terhenti.
- Penghapusan Pengaruh Asing: Mengusir kehadiran militer atau intelijen dari Rusia, China, Iran, dan Kuba.
- Keamanan Energi: Mengarahkan industri minyak Venezuela agar tidak lagi menguntungkan "musuh Amerika Serikat" yang secara eksplisit mengarah pada negara-negara yang berlawanan dengan AS, melainkan untuk kepentingan yang sejalan dengan agenda Washington.
Langkah sepihak Trump ini memicu kemarahan di Capitol Hill, terutama dari pihak Demokrat. Mereka mengkritik Trump karena tidak meminta izin Kongres untuk apa yang tampak seperti tindakan perang.
Perwakilan Jim Himes dari Komite Intelijen DPR menyatakan kekecewaannya: “Ya Tuhan, kita ini Amerika Serikat, kan? Kita peduli — atau setidaknya dulu kita peduli — tentang norma-norma demokrasi. Dulu kita peduli dengan gagasan bahwa rakyat seharusnya memiliki sedikit hak untuk menentukan siapa yang memerintah mereka.”
Para ahli juga memperingatkan risiko besar jika AS mencoba "menjalankan" Venezuela tanpa sumber daya yang memadai untuk memerintah secara benar.
Mantan Duta Besar AS untuk NATO, Ivo Daalder, mencatat adanya ketimpangan antara tujuan besar yang ditetapkan dengan sarana yang dikerahkan. Hal ini dikhawatirkan akan memicu ketidakstabilan sipil dan bencana politik bagi Trump di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung