- Kementerian ESDM menganalisis dampak geopolitik penangkapan Presiden Venezuela Maduro terhadap harga BBM domestik.
- Direktur Jenderal Migas menyatakan pasokan minyak mentah Indonesia bukan berasal dari Venezuela.
- Penangkapan Maduro oleh AS pada 3 Januari 2026 berujung pengambilalihan pengelolaan minyak Venezuela.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menganalisis dampak dari situasi geopolitik terhadap harga BBM di Indonesia. Salah satunya, terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diperkirakan dapat mempengaruhi harga minyak dunia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sejauh ini situasi geopolitik itu belum berdampak ke dalam negeri.
Sebagaimana diketahui, usai menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Presiden Amerika Serikat juga akan mengambil alih seluruh pengelolaan minyak di Venezuela.
"Kami akan analisis. Tapi yang jelas, kondisi di negara saat ini stabil," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kantor BPH Migas, Jakarta pada Senin (5/1/2026).
Di samping itu, Laode juga mengungkap bahwa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan domestik bukan bersumber dari Venezuela.
"Kita sumber crude itu bukan dari sana (Venezuela). Jadi dari wilayah lain," kata Laode.
Meski demikian langkah antisipatif tetap akan diambil Kementerian ESDM sambil memantau situasi yang ada.
"Antisipasi itu selalu ada. Jadi masih stabil. Pada saat hari ini kita belum melihat itu (dampaknya)," kata Laode.
Sebagai informasi saja, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi militer dibawah kendali Presiden AS Donald Trump. Nicolas Maduro ditangkap di negaranya pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya
Nicolas Maduro dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombi. Hal itu berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.
Selain melakukan penangkapan, militer AS juga meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.
Usai melakukan penangkapan Trump mengumumkan akan mengambil alih seluruh industri minyak di Venezuela dengan mengirimkan perusahaan-perusahaan raksasa dari negaranya.
"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung