- Koin meme seperti DOGE, SHIB, dan PEPE melonjak didorong spekulasi penangkapan Maduro oleh AS.
- Pasar bereaksi terhadap dugaan cadangan 600.000 BTC Venezuela yang berpotensi dibekukan Washington.
- Dogecoin menembus level $0,15000, sementara SHIB dan PEPE menunjukkan tanda-tanda konsolidasi pasca reli.
Suara.com - Koin meme, yang dipimpin oleh Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Pepe (PEPE), mendominasi panggung pasar digital dengan kenaikan harga yang signifikan. F
Fenomena ini muncul sebagai reaksi langsung atas meningkatnya ketegangan internasional menyusul operasi lintas batas Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Para investor kini mengalihkan perhatian mereka pada teori "cadangan bayangan" Bitcoin yang diduga dimiliki oleh pemerintahan Maduro.
Spekulasi mengenai potensi penyitaan atau pembekuan aset kripto skala besar oleh Washington telah menciptakan sentimen kelangkaan pasokan yang mendorong gairah beli di pasar koin meme maupun aset utama lainnya.
Mengapa Penangkapan Maduro Mengguncang Kripto?
Selama beberapa tahun terakhir, Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro dilaporkan telah beralih secara masif dari sistem petrodolar ke ekosistem aset digital untuk menghindari sanksi internasional.
Penggunaan stablecoin seperti Tether (USDT) dalam transaksi minyak mentah diperkirakan telah mencapai nilai antara US$10 miliar hingga US$15 miliar.
Informasi intelijen pasar menunjukkan bahwa Maduro kemungkinan besar telah mengonversi sebagian besar kepemilikan USDT tersebut ke dalam Bitcoin (BTC) guna mencegah pembekuan dompet digital secara sepihak.
Jika digabungkan dengan aktivitas swap emas senilai US$2 miliar antara tahun 2018-2020 serta penyitaan alat penambangan BTC besar-besaran di dalam negeri, cadangan rahasia Venezuela diperkirakan mencapai angka fantastis: 600.000 BTC.
Baca Juga: Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
Pasar saat ini berspekulasi bahwa jika Amerika Serikat berhasil menyerap kepemilikan Bitcoin strategis tersebut atau membekukannya secara permanen, maka pasokan BTC yang beredar di pasar global akan berkurang secara drastis.
Antisipasi terhadap lonjakan permintaan di tengah berkurangnya pasokan inilah yang menjadi motor penggerak rally pasar kripto saat ini.
Dogecoin (DOGE) Menembus Level Psikologis $0,15
Dogecoin terus menunjukkan dominasinya dengan mencatatkan kenaikan lima hari berturut-turut. Pada perdagangan hari Senin (5/1/2026), koin bertema anjing ini menguat 2%, melanjutkan momentum kenaikan 4% dari hari sebelumnya.
DOGE kini diperdagangkan di atas level angka bulat $0,15000, sebuah posisi yang dianggap sangat krusial oleh para analis teknikal.
Secara teknis, pemulihan Dogecoin mencerminkan keberhasilan menembus pola descending wedge pada grafik logaritmik harian. Target utama dari rally penembusan ini adalah menyentuh Exponential Moving Average (EMA) 200-hari di level $0,18202.
Jika momentum ini terjaga, DOGE berpeluang besar memasuki zona pasokan di kisaran $0,18100 hingga $0,18500.
Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di angka 65, yang menunjukkan bahwa pembeli masih memegang kendali penuh tanpa menyentuh zona jenuh beli (overbought).
Namun, investor perlu waspada; jika harga tergelincir di bawah $0,14399, rally ini berisiko batal dan menyeret harga kembali ke level $0,13000.
Berbeda dengan Dogecoin yang terus melaju, Shiba Inu dan Pepe tampak mengambil jeda setelah mencatatkan reli spektakuler pada hari Minggu.
SHIB melonjak hampir 12% dalam satu hari sebelum terkoreksi tipis sekitar 1% pada Senin siang. Meskipun sedang terkoreksi, struktur harga SHIB masih terlihat bullish selama mampu bertahan di atas EMA 50-hari di level $0,00000821.
Target jangka pendek SHIB berada pada EMA 200-hari di posisi $0,00001065.
Sementara itu, koin meme bertema katak, Pepe (PEPE), mencatatkan performa yang sangat volatil. Setelah meroket 18% pada hari Minggu, PEPE turun sekitar 2% hari ini.
Kenaikan total lebih dari 77% dalam empat hari terakhir telah mendorong indikator RSI PEPE ke angka 79, yang menandakan wilayah jenuh beli yang ekstrem.
Analis memperingatkan bahwa tekanan jual di dekat EMA 200-hari ($0,00000749) bisa memicu pembalikan harga sementara (pullback).
Jika PEPE gagal menembus hambatan tersebut, harga kemungkinan akan menguji kembali zona support di level $0,00000650 sebelum melanjutkan tren kenaikannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu
-
Kapan Dividen BMRI Cair? Ini Bocorannya
-
Panduan Lengkap Penukaran Uang Baru di BRI, BCA dan BNI
-
Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
-
Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta