- Bank Indonesia secara resmi mengganti publikasi JIBOR dengan INDONIA mulai tanggal 1 Januari 2026.
- INDONIA menggunakan rata-rata tertimbang volume transaksi bank, berbeda dari JIBOR yang hanya kuotasi penawaran.
- BI menargetkan perluasan penggunaan INDONIA hingga tenor 12 bulan secara bertahap hingga tahun 2030.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menggantikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dengan beralih ke publikasi Indonesia Overnight Index Average (INDONIA).
Adapun pergantian ini sudah dimulai per 1 Januari 2026.
Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) BI, Arief Rachman, mengatakan perbedaan utama JIBOR dan INDONIA terletak pada basis perhitungannya.
Adapun, JIBOR diambil hanya berdasarkan rata-rata harga kuotasi suku bunga penawaran 17 bank kontributor, sementara INDONIA diambil dari rata-rata tertimbang by volume transaksi overnight seluruh bank konvensional.
"Bedanya JIBOR dengan INDONIA. Bedanya ini harga penawaran, satu lagi harga transaksi yang terjadi, Satu lagi cuma rata-rata sederhana, yang ini adalah rata-rata tertimbang." ujarnya dalam Taklimat Media, Rabu (7/1/2026).
Kata dia, menilai INDONIA lebih mampu menggambarkan kondisi likuiditas serta dinamika pasar uang secara lebih akurat.
"Karena itu lebih mencadangkan kondisi di pasar. Kalau kita balik ke depan, yang selain itu referensi harus bisa dipercaya dan bisa menjadi referensi dan transparan. Jadi yang lebih memenuhi syarat sebagai suku bunga yang bisa menjadi acuan," bebernya.
BI pun telah menargetkan penggunaan INDONIA tidak hanya terbatas pada tenor overnight, tetapi juga diperluas hingga tenor non-overnight, bahkan hingga 12 bulan secara bertahap menuju 2030.
“Agar pasarnya, pasar keuangan ini memiliki harga yang semakin kredibel,” imbuhnya.
Baca Juga: Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
Dia menambahkan, BI juga membentuk National Working Group on Blueprint Pendalaman Pasar Uang (BPPU) yang melibatkan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, serta Asosiasi Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (Apuvindo).
“Dengan kita bersinergi ini tentunya kita bisa dengan lebih komprehensif melakukan persiapan dalam konteks kita beralih ke INDONIA ke depan. Berdasarkan hasil koordinasi kami, (BI) siap untuk beralih ke INDONIA ke depan,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga di Akhir Tahun, Ini Faktornya
-
Dibalik Cerita IPO Superbank! Gak Cuma Zonk, Pemburu Saham SUPA Rela Pinjol dan Dapat Jatah 3 Lot
-
Utang Luar Negeri Indonesia Turun, Kini Tinggal Rp 7.079 Triliun
-
Bank Indonesia: Ekspor Kopi Indonesia Laris di Afrika hingga Amerika
-
Penjualan Eceran Diprediksi Melejit di November 2025, Apa Pemicunya?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah