- Bank Indonesia menghentikan publikasi JIBOR dan beralih ke INDONIA efektif sejak 1 Januari 2026.
- Pergantian ini adalah inisiatif reformasi benchmark sesuai Blueprint Pendalaman Pasar Uang 2030.
- INDONIA meningkatkan kredibilitas pricing instrumen keuangan dan merupakan inisiatif global G20.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan beralih ke publikasi Indonesia Overnight Index Average (INDONIA). Adapun pergantian ini sudah dimulai per 1 Januari 2026.
Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) BI, Arief Rachman, mengatakan langkah ini merupakan inisiatif dalam melakukan benchmark reform dalam konteks pengembangan pasar keuangan di Indonesia.
Terlebih, INDONIA merupakan bagian dari reformasi suku bunga acuan yang mengikuti perkembangan pasar keuangan global.
"Hal itu sesuai dengan yang tercantum dalam Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030 (BPPU 2030), yakni terkait pengembangan pricing," ujarnya dalam Taklimat Media di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, kehadiran INDONIA meningkatkan kredibilitas penetapan harga (pricing) pada instrumen keuangan, mulai dari kredit perbankan hingga surat-surat berharga.
Apalagi, penggunaannya oleh pelaku pasar serupa, kualitas acuan yang digunakan kini jauh lebih valid.
"Barang yang digunakan sekarang lebih kredibel. Harga instrumen yang ditransaksikan menjadi lebih transparan karena sumber acuannya objektif, bukan sekadar penawaran," bebernya.
Dia menambahkan, INDONIA juga merupakan bagian inisiatif global dari G20 yang sudah dilaksanakan sejak 2013.
"Kita sebagai salah satu member G20 juga melaksanakan yang disebut sebagai benchmark reform. Jadi upaya kita mengganti JIBOR dengan INDONIA adalah merupakan bagian dari benchmark reformsecara global," pungkasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bisa Tarik Surplus BI demi Kebutuhan APBN
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati