- Harga pangan nasional pada Jumat (9/1/2026) menunjukkan tren penurunan mayoritas komoditas strategis.
- Komoditas yang mengalami penurunan signifikan antara lain kelompok hortikultura seperti cabai dan bawang merah.
- Pasokan bahan pangan strategis dianggap relatif terjaga di berbagai zona pasar nasional saat itu.
Namun, harga daging kerbau segar lokal justru naik Rp1.082 ke level Rp140.556 per kilogram.
Harga daging sapi murni juga naik tipis Rp315 menjadi Rp135.647 per kilogram.
Dari kelompok ikan, harga menunjukkan pergerakan bervariasi. Ikan bandeng turun Rp492 menjadi Rp35.829 per kilogram.
Sebaliknya, ikan kembung naik Rp402 ke Rp45.363 per kilogram, dan ikan tongkol naik Rp 244 menjadi Rp37.144 per kilogram.
Sementara itu, harga gula konsumsi tercatat turun Rp113 atau 0,63 persen menjadi Rp17.963 per kilogram.
Garam konsumsi justru mengalami kenaikan tipis Rp23 menjadi Rp11.575 per kilogram.
Harga tepung terigu juga terpantau melemah. Tepung terigu curah turun Rp285 menjadi Rp9.476 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan turun Rp241 ke level Rp12.661 per kilogram.
Pada komoditas beras, sebagian besar jenis mengalami penurunan harga. Beras premium tercatat turun Rp122 atau 0,79 persen menjadi Rp15.396 per kilogram.
Beras medium juga turun Rp95 atau 0,70 persen ke level Rp13.435 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
Harga beras SPHP tercatat turun Rp55 menjadi Rp12.408 per kilogram.
Namun, beras medium non-SPHP dan beras khusus lokal tercatat stagnan di level masing-masing Rp13.614 dan Rp15.494 per kilogram.
Di sisi lain, harga jagung tingkat peternak turun Rp201 atau 2,92 persen menjadi Rp6.678 per kilogram.
Kedelai biji kering impor juga tercatat turun Rp52 atau 0,48 persen ke level Rp10.784 per kilogram.
Berita Terkait
-
Update Harga Sembako: Cabai dan Bawang Merah Putih Turun, Daging Sapi Naik
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Sentuh Rp70 Ribu
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
-
Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen, Harga Pangan Lainnya Bergerak Tipis di Pasar Nasional
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?