- Harga pangan nasional pada Jumat (9/1/2026) menunjukkan tren penurunan mayoritas komoditas strategis.
- Komoditas yang mengalami penurunan signifikan antara lain kelompok hortikultura seperti cabai dan bawang merah.
- Pasokan bahan pangan strategis dianggap relatif terjaga di berbagai zona pasar nasional saat itu.
Suara.com - Harga pangan nasional masih menunjukkan tren penurunan pada Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan data panel harga Badan Pangan Nasional, mayoritas komoditas strategis bergerak turun dibandingkan harga pada 8 Januari 2026.
Sejumlah bahan pangan pokok yang mengalami penurunan harga berasal dari kelompok hortikultura, protein hewani, minyak goreng, hingga beras.
Kondisi ini mencerminkan pasokan yang relatif terjaga di berbagai zona pasar nasional.
Komoditas cabai menjadi salah satu penyumbang penurunan harga terdalam. Cabai merah besar tercatat turun Rp3.440 atau 8,59 persen menjadi Rp36.609 per kilogram.
Cabai merah keriting juga melemah Rp 3.078 atau 7,16 persen ke level Rp39.920 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah tercatat berada di harga Rp54.698 per kilogram setelah turun Rp2.194 atau 3,86 persen.
Penurunan harga cabai ini terjadi secara merata di sejumlah wilayah sentra konsumsi.
Harga bawang merah juga mengalami koreksi cukup signifikan. Rata-rata nasional tercatat sebesar Rp 42.001 per kilogram atau turun Rp 2.168 setara 4,91 persen.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
Bawang putih bonggol turut melemah Rp 1.099 menjadi Rp37.391 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, harga masih bergerak turun. Minyak goreng kemasan tercatat berada di level Rp20.610 per liter atau turun Rp368 setara 1,75 persen.
Minyak goreng curah turun Rp274 menjadi Rp17.360 per liter, sementara Minyakita turun Rp 183 ke posisi Rp17.438 per liter.
Komoditas protein hewani didominasi tren penurunan. Harga daging ayam ras berada di level Rp38.436 per kilogram setelah turun Rp864 atau 2,20 persen.
Telur ayam ras juga tercatat turun Rp288 menjadi Rp30.866 per kilogram.
Daging kerbau beku impor tercatat turun cukup dalam, yakni Rp2.567 menjadi Rp104.757 per kilogram.
Berita Terkait
-
Update Harga Sembako: Cabai dan Bawang Merah Putih Turun, Daging Sapi Naik
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Sentuh Rp70 Ribu
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
-
Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen, Harga Pangan Lainnya Bergerak Tipis di Pasar Nasional
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon
-
BEI Bidik Empat Emiten Sekaligus, Status UMA Melekat pada Saham-saham Ini
-
Bisnis Roby Tremonti, Sosok Diduga Terkait dalam Buku Aurelie Moeremans
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela