- Pada Kamis (8/1/2026), harga mayoritas komoditas pangan nasional tercatat melemah berdasarkan data Badan Pangan Nasional.
- Penurunan harga terdalam dialami komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, mengindikasikan pasokan mulai membaik.
- Beberapa komoditas seperti kedelai impor dan jenis ikan tertentu mengalami kenaikan harga, sementara harga minyak goreng turun.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan tren pelemahan pada Kamis (8/1/2026).
Data panel harga pangan nasional yang dikelola Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat mayoritas komoditas strategis mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Dari kelompok hortikultura, penurunan terdalam terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar turun Rp3.048 atau 7,44 persen menjadi Rp37.922 per kilogram.
Sementara cabai merah keriting melemah Rp2.471 atau 5,56 persen ke level Rp41.938 per kilogram.
Harga cabai rawit merah juga ikut terkoreksi. Rata-rata nasional komoditas ini turun Rp1.469 atau 2,53 persen menjadi Rp56.627 per kilogram. Penurunan harga cabai memberi sinyal mulai membaiknya pasokan di pasar.
Komoditas bawang juga bergerak turun. Harga bawang merah tercatat melemah Rp2.174 atau 4,81 persen menjadi Rp43.015 per kilogram.
Adapun bawang putih bonggol turun Rp769 atau 1,98 persen ke level Rp38.145 per kilogram.
Dari kelompok beras, hampir seluruh jenis menunjukkan tren penurunan. Harga beras premium turun Rp83 atau 0,53 persen menjadi Rp15.469 per kilogram, sementara beras medium melemah Rp36 atau 0,27 persen ke posisi Rp13.519 per kilogram.
Beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga ikut terkoreksi. Harga rata-rata nasional beras SPHP turun Rp24 atau 0,19 persen menjadi Rp12.442 per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai dan Daging Sapi Mulai Berangsur Turun
Komoditas jagung tingkat peternak tercatat mengalami penurunan harga. Jagung turun Rp 59 atau 0,85 persen menjadi Rp6.904 per kilogram, yang berpotensi meringankan biaya pakan di sektor peternakan.
Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi murni turun Rp853 atau 0,63 persen menjadi Rp134.737 per kilogram. Daging kerbau segar lokal juga turun Rp1.523 atau 1,08 persen ke level Rp139.310 per kilogram.
Harga daging kerbau beku impor tercatat melemah Rp590 atau 0,55 persen menjadi Rp107.457 per kilogram. Sementara harga daging ayam ras turun Rp184 atau 0,47 persen ke posisi Rp39.307 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga bergerak turun meski terbatas. Komoditas ini tercatat melemah Rp 90 atau 0,29 persen menjadi Rp31.310 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan. Harga kedelai biji kering impor naik Rp26 atau 0,24 persen menjadi Rp10.862 per kilogram.
Garam konsumsi juga tercatat naik Rp60 atau 0,52 persen ke level Rp11.575 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis ikan. Harga ikan tongkol naik Rp374 atau 1,02 persen menjadi Rp36.864 per kilogram.
Ikan kembung mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni Rp608 atau 1,37 persen ke level Rp44.922 per kilogram.
Sementara itu, harga ikan bandeng justru bergerak turun Rp557 atau 1,52 persen menjadi Rp36.032 per kilogram.
Untuk komoditas pangan olahan, harga gula konsumsi turun Rp41 atau 0,23 persen menjadi Rp18.042 per kilogram.
Minyak goreng kemasan tercatat turun Rp75 atau 0,36 persen menjadi Rp20.975 per liter, sedangkan minyak goreng curah melemah Rp88 atau 0,50 persen ke level Rp17.590 per liter.
Harga Minyakita juga ikut terkoreksi. Komoditas ini turun Rp 79 atau 0,45 persen menjadi Rp 17.607 per liter.
Tepung terigu kemasan turun Rp60 atau 0,46 persen ke level Rp12.895 per kilogram, sementara tepung terigu curah justru naik tipis Rp18 atau 0,19 persen menjadi Rp9.735 per kilogram.
Berita Terkait
-
Program MBG: Bukan Pemicu Inflasi, Justru Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
-
Pusing! Pedagang Lapor Harga Pangan Melonjak di Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 80.000/Kg
-
Apresiasi Ferry Irwandi, IKAPPI Usul Skema Distribusi Masif untuk Tekan Harga Pangan
-
Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah
-
Harga Cabai Rawit di Papua Pedas, Tembus Rp125 Ribu/Kg
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
Indonesia Ngebet Negosiasi Tarif Trump, China Diam-diam Malah Dapat Untung
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi dan Ikan Kembung Masih Menguat
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026
-
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
-
Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan