- Banjir dan longsor di Sumatra menghambat pemulihan ekonomi masyarakat karena terputusnya akses kritis terhadap air bersih.
- Pertamina, Elnusa, dan YBH berkolaborasi membangun tujuh unit sumur air pompa di Aceh Tamiang sebagai solusi jangka panjang.
- Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah mengebor lima sumur dan mendistribusikan 2.165.000 liter air bersih di wilayah terdampak.
Suara.com - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan persoalan ekonomi baru.
Terputusnya akses air bersih pascabencana dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga untuk kembali beraktivitas, mulai dari keperluan rumah tangga hingga mendukung kegiatan produktif seperti berdagang, bertani, dan usaha kecil.
Tanpa ketersediaan air bersih, proses pemulihan ekonomi berisiko berjalan lebih lambat dan memperpanjang ketergantungan masyarakat pada bantuan darurat.
PT Pertamina (Persero) bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menghadirkan solusi penyediaan akses air bersih melalui pembangunan sumur air pompa di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang.
Langkah ini dinilai strategis karena menyasar langsung fondasi pemulihan ekonomi masyarakat.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arfianto, menegaskan pengalaman penanganan bencana menunjukkan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama selain logistik dan energi. Akses air yang layak memungkinkan masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas harian dan produktif.
"Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak," ujar Rudi seperti dikutip, Jumat (9/1/2026).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro serta donasi dari Pekerja Elnusa Group. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sumur di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Baca Juga: Susun DIPA 2026, Kemenperin Janji Percepat Penyerapan Anggaran dan Penguatan Dampak Belanja Industri
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyampaikan pembangunan sumur air pompa merupakan solusi yang cepat, tepat, dan berjangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, akses air bersih menjadi fondasi penting agar pemulihan ekonomi tidak terhambat.
"Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan," jelas Andri.
Hingga kini, Pertamina telah mengebor lima sumur air bersih di Aceh Tamiang serta mereaktivasi 19 sumur eksisting. Selain itu, pengiriman air bersih terus dilakukan dengan 15 truk per hari, dengan total distribusi mencapai 2.165.000 liter hingga 8 Januari 2026.
Upaya penyediaan air bersih ini dinilai tidak hanya penting dalam fase tanggap darurat, tetapi juga krusial untuk mempercepat kebangkitan ekonomi lokal pascabencana.
Dengan tersedianya air bersih, risiko kesehatan dapat ditekan, biaya hidup masyarakat tidak melonjak, dan aktivitas produktif dapat segera berjalan kembali.
"Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," pungkas Rudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Rontok Semua, Bisa Borong Lebih Murah!
-
Bank Maybank Indonesia Hanya Raup Laba Rp1,66 Triliun di Tahun 2025
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara
-
Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran