- Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) nasional tumbuh 5,17% pada 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi 5,01%.
- Indonesia mencatat nilai *Manufacturing Value Added* (MVA) tertinggi ASEAN sebesar \$265,07 miliar; 78,39% output terserap domestik.
- Kemenperin menargetkan pertumbuhan IPNM 5,51% pada 2026, didukung realisasi anggaran 2025 sebesar 83,30%.
Suara.com - Sektor industri manufaktur nasional mencatat kinerja positif sepanjang 2025.
Industri Pengolahan Non Migas (IPNM) tumbuh 5,17 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,01 persen.
Penguatan kinerja tersebut turut ditopang struktur industri nasional yang semakin solid.
Data World Bank menunjukkan nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia mencapai 265,07 miliar dolar AS, tertinggi di kawasan ASEAN, disusul Thailand dan Vietnam.
Selain itu, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, sekitar 78,39 persen output industri diserap pasar domestik.
Kondisi ini menegaskan peran industri nasional tidak hanya sebagai penggerak ekspor, tetapi juga penopang kebutuhan dalam negeri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai capaian tersebut perlu ditopang tata kelola anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.
“Capaian kinerja industri tersebut perlu didukung oleh tata kelola yang akuntabel, efektif, dan tepat sasaran agar setiap program memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri nasional,” ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/1/2026).
Dalam pengelolaan anggaran, hingga 31 Desember 2025 realisasi total pagu DIPA Kementerian Perindustrian mencapai 83,30 persen.
Baca Juga: Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata realisasi nasional yang tercatat 82,41 persen.
Sementara itu, realisasi berdasarkan pagu efektif telah mencapai 97,65 persen dan diperkirakan meningkat seiring penyelesaian proses administrasi pada awal Januari 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator efektivitas pelaksanaan anggaran di lingkungan Kemenperin.
Meski demikian, Agus menyebut, posisi realisasi anggaran Kemenperin masih perlu ditingkatkan.
“Secara nasional, realisasi anggaran Kemenperin berada pada peringkat 56 dari 104 kementerian dan lembaga. Capaian ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran ke depan,” katanya.
Memasuki tahun anggaran 2026, Kemenperin berkomitmen mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan melalui perencanaan yang lebih matang, penyerapan anggaran tepat waktu, serta penguatan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Berita Terkait
-
Kemenperin Gaspol Digitalisasi Industri, PIDI 4.0 Jadi Motor Transformasi Nasional
-
Migas Jadi Kunci, Industri Lokal Bersiap Kuasai Proyek Strategis Nasional
-
Pertumbuhan Kredit Kuat dan DPK Meningkat, Fungsi Intermediasi Bank Mandiri Solid di Akhir Tahun
-
Pemerintah Klaim Upah di Kawasan Industri Sudah di Atas UMP, Dorong Skema Berbasis Produktivitas
-
Industri Pulp & Kertas RI Tembus Ekspor USD 8 Miliar, Kemenperin Bilang Begini
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu