Bisnis / Makro
Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:20 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun (2,92% PDB), naik dari rencana awal 2,53%.
  • Penyebab defisit melebar adalah peralihan dividen BUMN Rp 80 triliun ke Danantara dan penurunan penerimaan pajak.
  • Menkeu Purbaya berencana memperbaiki Ditjen Pajak, termasuk platform Coretax, sembari menjaga defisit di bawah 3%.

Pendapatan negara ini terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 2.217,9 triliun atau 89 persen, Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp 534,1 triliun atau 534,1 atau 104 persen, dan Penerimaan Hibah Rp 4,3 triliun atau 733,3 persen.

Realisasi penerimaan pajak sendiri mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen. Lalu Kepabeanan dan Cukai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen.

Sedangkan belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3 persen terhadap outlook.

Pengeluaran negara ini mencakup Belanja Pemerintah Pusat Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dan Transfer ke Daerah Rp 849,0 triliun atau 92,3 persen.

Load More