- Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha sawit mengenai aturan DHE SDA wajib disimpan 100% di Himbara.
- Aturan DHE SDA yang berlaku sejak 1 Januari 2026 bertujuan menutup kebocoran devisa negara.
- Penyimpanan devisa di bank BUMN diharapkan memperkuat cadangan dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keluhan dari pengusaha kelapa sawit soal aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam atau DHE SDA yang harus disimpan 100 persen di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama 12 bulan yang berlaku tahun ini.
Menkeu Purbaya mengaku tak mempedulikan keluhan dari pelaku industri sawit. Ia beralasan aturan DHE SDA diberlakukan untuk menutup kebocoran yang selama ini terjadi.
"Biar saja, kenapa selama ini memanipulasi sistem? Terpaksa kita lakukan itu karena untuk menutup kebocoran yang tadi. Mereka taruh di bank-bank itu terus cepat lari keluar. Biar saja protes, kan peraturan kita yang bikin kan?" kata Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu pada Kamis (8/1/2026).
Purbaya menyebut kalau peraturan DHE sudah ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan berlaku sejak 1 Januari 2026. Hanya saja aturan itu memang belum diterbitkan ke publik.
"1 Januari tuh sudah berlaku, 1 Januari PP-nya. Harusnya sih keluar dengan lebih jelas. Enggak sampai minggu kedua tahun ini sudah keluar," lanjutnya.
Bendahara Negara menjelaskan kalau aturan DHE SDA itu bisa memperkuat cadangan devisa negara dan membuat nilai tukar Rupiah lebih stabil. Maka dari itu dia meminta pengusaha untuk menyimpan cadangan devisa hasil ekspor ke bank milik negara.
"Kalau dia enggak taruh uangnya di luar, taruh di sini, kan cadangan devisanya kenceng tuh. Rupiah kan stabil kan? Anda enggak nyalahin saya lagi Rupiahnya lemah terus. Walaupun bursa saham naik tapi Rupiah loyo. Walaupun ekonomi bagus tapi Rupiah loyo. Kan enggak mau gitu terus kan Anda?" paparnya.
Purbaya juga heran kalau cadangan devisa negara terus berkutat di 150 miliar Dolar AS selama beberapa tahun terakhir. Maka dari itu kebijakan sebelumnya dianggap kurang berhasil dan diubah dengan aturan baru.
"Jadi kita coba perbaiki seperti ini, dan kita lihat dampaknya seperti apa. Harusnya positif. Kalau ada yang ngeluh-ngeluh, ya biar saja ngeluh. Kenapa kemarin mereka bermain-main? Ngaku enggak mereka kalau gitu? Siapa yang ngeluh nanti saya kejar," tegasnya.
Baca Juga: Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai
Berita Terkait
-
Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai
-
Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit
-
IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai