- Kementerian Pekerjaan Umum sedang menggenjot pembangunan tujuh blok hunian sementara di Aceh Tamiang hingga progres 75 persen.
- Menteri PU menegaskan komitmen mendukung BNPB dengan menyediakan hunian layak, air bersih, dan sanitasi bagi warga.
- Huntara modular di Gampong Bundar akan menampung 84 Kartu Keluarga terdampak bencana dengan fasilitas lengkap.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Upaya percepatan ini dilakukan agar masyarakat bisa segera menempati hunian yang lebih layak dibandingkan tenda pengungsian.
Hingga awal Januari 2026, progres pembangunan huntara di Aceh Tamiang telah mencapai sekitar 75 persen.
Dari total yang direncanakan, sebanyak tujuh blok huntara ditargetkan tuntas pada Sabtu (10/1/2026).
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, kementeriannya berkomitmen penuh mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan fasilitas hunian bagi warga terdampak.
“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” terang Dody dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang direncanakan terdiri dari tujuh blok bangunan modular.
Setiap blok dirancang mampu menampung hingga 12 kepala keluarga (KK) dan berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang.
Baca Juga: Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
Dari tujuh blok utama tersebut, satu blok saat ini masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material. Hal itu dilakukan karena posisinya berada di bagian depan kawasan huntara dan berbatasan langsung dengan jalan.
Secara keseluruhan, huntara Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi terpusat. Setiap blok mampu menampung sekitar 48 orang selama masa tinggal sementara.
Kawasan huntara ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi untuk menunjang kebutuhan dasar warga.
Dari sisi teknis, pembangunan huntara menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan. Sistem ini dipilih karena dinilai kuat, cepat dibangun, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.
Tahapan pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding dan atap baja ringan, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing atau MEP.
Berita Terkait
-
Prabowo Tinjau Hunian Danantara di Aceh, Target 15 Ribu Unit
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Soroti Sanitasi di Aceh Tamiang Pascabencana, Kementerian PU Siapkan TPA Rantau
-
Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket