- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi paling banyak dilepas investor global dengan *net sell* Rp1,58 triliun selama minggu pertama Januari 2026.
- UBS AG London menjual 289,6 juta lembar saham BUMI pada 6 Januari 2026 untuk lindung nilai transaksi derivatif.
- Jumlah pemegang saham ritel domestik BUMI melonjak drastis mencapai 361.728 pihak per akhir Desember 2025.
Menariknya, dari total pemilik saham tersebut, sebanyak 361.728 merupakan investor perorangan atau ritel domestik. Meski jumlah kepala sangat banyak, porsi kepemilikan ritel nasional ini hanya mencakup 15,93% dari total saham yang beredar.
Saat ini, struktur kendali BUMI masih dipegang secara dominan oleh:
- Mach Energy (Hongkong) Limited: Menguasai 45,78% saham.
- Treasure Global Investments Limited: Memegang 8,07% saham.
- Kepemilikan CIC: Melalui Chengdong Investment Corporation terpantau menyusut menjadi 5,76%.
Analisis Teknikal: Peluang 'Buy on Weakness'
Pada penutupan perdagangan Jumat (9/1/2025), harga saham BUMI bertengger di level Rp462, menguat tipis 0,43% secara harian.
Jika ditarik dalam rentang satu pekan, performa harga BUMI sebenarnya masih cukup impresif dengan kenaikan kumulatif sebesar 10%.
MNC Sekuritas dalam ulasan terbarunya menyebutkan adanya tekanan jual yang menyertai penguatan BUMI pada akhir pekan lalu.
Secara teknikal, saham ini diprediksi masih berpotensi mengalami koreksi minor ke area Rp450 hingga Rp456. Kondisi ini dinilai sebagai peluang bagi investor untuk melakukan strategi buy on weakness.
"Saham BUMI berpeluang melakukan rebound kembali dengan target harga pertama di level 486 dan target kedua mencapai 510. Namun, investor disarankan melakukan stoploss jika harga menembus ke bawah 442," tulis analis MNC Sekuritas.
DISCLAIMER: Investasi pada aset saham, khususnya saham komoditas seperti BUMI, memiliki volatilitas dan risiko kerugian modal yang sangat tinggi. Artikel ini disusun untuk tujuan informatif dan tidak mencerminkan saran investasi, ajakan beli, atau rekomendasi trading. Setiap keputusan finansial sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor. Lakukan analisis mandiri (DYOR) atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil langkah di pasar modal.
Baca Juga: Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis
-
Purbaya Pernah Ancam Potong Anggaran Kemendag Gegara Lambat Urus Regulasi Impor
-
Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah
-
Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?
-
Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen
-
Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya
-
Rosan Optimistis Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp497 Triliun
-
Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I