- OJK dan Menteri Keuangan optimis IHSG akan mencapai level 10.000 pada tahun 2026 mendatang.
- Optimisme ini didukung fundamental ekonomi Indonesia yang membaik serta peran investor domestik yang meningkat.
- OJK terus memastikan pasar berjalan teratur, wajar, dan efisien melalui ekosistem pasar modal yang sehat.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga merasa optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa bergerak ke level 10.000 di tahun 2026. Optimis ini sejalan dengan target Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang juga memproyeksi IHSG tembus 10.000
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan optimis ini setelah dirinya melihat fundamental ekonomi Indonesia yang cukup membaik.
"OJK menyambut baik ya adanya optimisme penguatan indeks harga saham gabungan di level Rp 10.000 pada tahun 2026 tentunya semangat optimisme ini perlu ya perlu didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan juga peran daripada investor domestik tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia solid," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/1/2025).
Inarno menuturkan, peran investor domestik juga meningkat di awal tahun 2026. Hal ini menjadi pendorong IHSG bisa menguat ke level 10.000.
Apalagi, investor domestik sudah cerdas dalam mengambil keputusan berinvestasi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik
"Rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai namun demikian ya penting juga untuk dicermati bahwa pergerakan indeks selain dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental evident juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti yang terjadi di domestik maupun yang terjadi di global. Kami dari sisi regulator terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur wajar dan juga efisien," bebernya.
Dia pun menambahkan OJK sudah menciptakan ekosistem pasar modal yang sehat berintegritas agar potensi pertumbuhan IHSG semakin tumbuh. Hal itu terlihat dengan pergerakan saham di pasar modal Indonesia yang bergerak positif.
"Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan bukan hanya karena momentum jangka pendek mungkin saya mengingatkan sedikit ya bahwasannya pada saat pembukaan bursa 2026 membaik," tandasnya.
Baca Juga: Purbaya: Tahun Ini IHSG 10.000 Enggak Susah-susah Amat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital
-
Kemenkeu Akui Perjanjian Dagang RI-AS Berpengaruh ke Penerimaan Negara